Kredit Motor Belum Lunas, Di-PHK

Pegawai Perjudian Menjerit

Kredit Motor Belum Lunas, Di-PHK

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2005 15:19 WIB
Pekanbaru - Rosa (30), wanita berparas ayu ini menangis sejadi-jadinya. Dia shock karena tempat perjudian jackpot tempatnya bekerja di Mal Pekanbaru lantai V ditutup Polda Riau.Selain terancam kehilangan pekerjaan, dia juga bingung dari mana lagi untuk melunasi angsuran kredit sepeda motornya. "Polisi kok kejam ya," ujarnya masih berurai air mata.Ibu satu orang bocah ini tak kuasa menahan isakannya ketika dia menyaksikan sendiri sekitar 300 personel Polda Riau menutup tempat-tempat permainan berbau judi di Mal Pekanbaru. Sudah setahun wanita berkulit putih ini berkerja di situ. Gajinya memang tidak terlalu banyak, hanya Rp 650 ribu per bulan.Tapi itu kan gaji. Belum lagi soal uang tip dari para tamu yang bermain judi. Sebagai pelayan yang menghidangkan makanan dan minuman di tempat itu, bukan mustahil baginya saban hari meraup tip minimal Rp 100 ribu."Sekarang saya mau kerja apa lagi, kalau tempat ini ditutup. Mestinya pemerintah juga melihat kami rakyat kecil ini. Silakan tutup lokasi judi, tapi tolonglah carikan kami pekerjaan yang baru," pinta Rosa sembari mengusap air matanya kepada detikcom, di Mal Pekanbaru, Jl; Tengku Umar, Rabu (20/7/2005).Menurut perempuan berambut sebahu ini, pekerjaannya bukanlah profesi yang hina. Uang yang dia dapatkan, baik gaji maupun tip, adalah rezeki yang halal untuk memenuhi keluarganya."Yang haram itu kan mereka yang bermain judi. Kalau kami cuma pekerja yang melayani mereka untuk makan dan minum," katanya.Sekarang jebolan SMU ini tidak tahu lagi harus ke mana mencari pekerjaan. Apalagi dia sendiri sudah memiliki seorang anak berusia 2 tahun yang mesti dibantu dengan susu kaleng. Dananya untuk beli susu juga lumayan besar. Ini belum lagi dia mesti melunasi kredit sepeda motornya yang dua tahun lagi baru lunas."Nasib saya ini benar-benar apes. Kredit motor belum lunas, tempat kerja saya sudah ditutup. Saya tak tahu harus berbuat bagaimana lagi untuk melunasi hutang motor saya ini. Belum lagi kebutuhan anak dan rumah tangga saya," curhatnya.Rosa adalah salah satu dari 300 karyawan yang bekerja di lokasi perjudian terbesar di Pekanbaru itu. Kini seluruh karyawan yang rata-rata telah bekerja 2 tahun itu harus menganggur."Kami tidak tahu lagi ke mana harus mengadukan nasib kami. Kalau polisi mau tutup tempat judi, ya silakan saja. Tapi carikan alternatif lain agar kami tidak jadi pengangguran. Lagi pula yang main judi juga banyak polisi kok, tak usah munafiklah," cetus Rosa ketus.Wah bagaimana nih, Pak Kapolri? (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads