PDIP Buka Kemungkinan Reuni Koalisi 2009 dengan Gerindra, Asal...

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 12 Jun 2018 12:48 WIB
Ilustrasi DPP PDIP (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Koalisi PDIP dengan Partai Gerindra pernah terjadi pada 2009. Kini opsi koalisi itu kembali dibuka meski kedua partai politik tersebut lebih dikenal berseberangan.

Namun PDIP memiliki syarat khusus bagi Partai Gerindra apabila sepakat berkongsi dalam Pilpres 2019. Apa syaratnya?


"Peluang kerja sama dengan Gerindra hanya dimungkinkan bila bersama-sama punya capres yang sama. Kalau terkait dengan pilpres. Itu hal yang prinsip kalau itu," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2018).

"Kalau Gerindra mengusung capres yang berbeda, sementara PDIP dengan Pak Jokowi ya tentu saja kerja sama tidak bisa dilakukan, tetapi dialog akan tetap bisa berjalan," imbuh Hasto.

Dialog yang disebut Hasto tetap bisa dilakukan dengan Partai Gerindra berkaitan dengan bangsa, seperti kesepakatan soal agenda-agenda besar. Menurutnya, hal itu sangat mungkin terjadi.


"Menyepakati berbagai agenda-agenda besar terhadap komitmen konsensus nasional terhadap Pancasila. Terhadap pendidikan Indonesia konstitusi kita. Itu kan bisa dilakukan dalam dialog itu," kata Hasto.

Opsi soal reuni koalisi 2009 itu muncul setelah Puan Maharani kembali menyampaikan tentang pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dia dan Prabowo memiliki keinginan yang sama untuk kembali menggelar pertemuan.

"Sudah sama-sama menyampaikan ada keinginan dan niatan untuk bertemu," kata Puan, Kamis (7/6).



Tonton juga 'Saat Puan-Prabowo Bertemu, Akankah PDIP-Gerindra Koalisi?':

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/dhn)