DetikNews
Selasa 12 Juni 2018, 12:36 WIB

Ramadan 2018

Tarawih Jadi Ajang Temu Kangen Mahasiswa Indonesia di Mesir

Tashdieq Ulil Amri - detikNews
Tarawih Jadi Ajang Temu Kangen Mahasiswa Indonesia di Mesir Berbuka puasa di Masjid Husen. Foto: dok. pribadi
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Kairo - Berpuasa di Mesir menjadi satu kebanggaan bagi saya, karena bisa merasakan euforia warga mesir dalam menyambut Ramadan.

Kemeriahan Ramadan begitu terasa di sini. Mulai dari memasang dekorasi jalan dan lampion, sampai berbagi takjil walau hanya dengan air putih. Pemandangan ini belum pernah saya lihat di Indonesia.

Yang menarik, di Ramadan tahun ini, Mesir sedang kedatangan musim shaif atau musim panas. Di bawah suhu 39-42 C, sangat rentan bagi orang terkena dehidrasi. Jadi di waktu malam, dianjurkan untuk banyak minum.

Dekorasi jalanan menyambut Ramadan.Dekorasi jalanan menyambut Ramadan. Foto: dok. pribadi

Selain suhu yang tinggi, durasi waktu berpuasa juga lebih lama dari Indonesia. Jika di Indonesia kita puasa hanya 13 jam, di Mesir kita puasa selama 16 jam. Karena itu, saya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan.



Ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Pertama, bahagia ketika waktu berbuka. Kedua, bahagia ketika berjumpa dengan Tuhannya.

Betapa gembiranya orang-orang ketika waktu berbuka masuk, setelah bertarung melawan rasa lapar dan hawa nafsu, sehingga tampak jelas rona kebahagiaan terpancar dari wajah setiap orang berpuasa saat berbuka.

Menurut saya, waktu berbuka adalah momen terpenting di bulan Ramadan, karna mampu mendekatkan yang jauh, dan yang dekat semakin rapat.

Waktu berbuka mempertemukan saya dengan seluruh anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS), sebuah komunitas keluarga mahasiswa Sulawesi di Mesir, di acara buka puasa bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi.

Berbuka puasa sekaligus sosialisasi Pemilu Luar Negeri.Berbuka puasa sekaligus sosialisasi Pemilu Luar Negeri. Foto: dok. pribadi


Acara buka puasa bersama ini dirangkaikan dengan sosialisasi Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Kairo kepada seluruh Masyarakat Indonesia di Mesir, dengan menjunjung asas langsung, umum, bersih, rahasia, jujur dan adil, PPLN optimistis pemilu akan berjalan dengan lancar.

Kebahagiaan itu lahir dari rasa syukur. Acara buka puasa bersama yang diadakan KKS adalah yang paling saya nantikan.



Betapa tidak, selain kita berjumpa dengan kawan sedaerah, makanan berbuka juga khas dari Sulawesi seperti coto Makassar dan sanggara balanda.

Bukber Kerukanan Keluarga Sulawesi di Hadiqoh Azhar. Bukber Kerukunan Keluarga Sulawesi di Hadiqoh Azhar. Foto: dok. pribadi


Selain waktu berbuka, momen terpenting lainnya selama Ramadan di Mesir adalah saat waktu tarawih. Biasanya orang akan meninggalkan pekerjaannya ketika masuk waktu tarawih, sehingga akan mudah bagi saya berjumpa dengan teman-teman dari Indonesia di waktu tarawih.

Tarawih di Masjid Al Azhar bertemu teman-teman Indonesia.Tarawih di Masjid Al Azhar bertemu teman-teman Indonesia. Foto: dok. pribadi


Momen seperti ini hanya kita dapatkan di bulan Ramadan. Jangan kita sia-siakan Ramadan ini lewat tanpa ada momen momen yang bisa diabadikan.


*) Tashdieq Ulil Amri adalah mahasiswa yang sedang bersekolah di Mesir, Markaz Lugoh Syekh Zaid. Dia juga anggota Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Mesir.



Bagi Anda para pembaca detikcom yang memiliki cerita berkesan Ramadan seperti di atas, silakan kirimkan tulisan Anda ke e-mail: ramadan@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor kontak Anda dan foto-foto penunjang cerita.

(rns/rns)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed