Bom London
Pakistan Tahan 100-an Militan
Rabu, 20 Jul 2005 14:53 WIB
Jakarta - Otoritas Pakistan telah menahan lebih dari 100 tersangka militan di negaranya setelah peristiwa bom London. Langkah ini sebagai respons atas desakan internasional untuk memberantas kelompok ektremis menyusul serangkaian pengeboman di London, Inggris, 7 Juli lalu.Demikian diungkapkan pejabat-pejabat senior Pakistan seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (20/7/2005).Pasukan keamanan menyerbu sejumlah sekolah dan kantor agama setelah Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengeluarkan 'perintah jelas' untuk menghentikan kekerasan dan teror. "Kami telah menjaring lebih dari 100 tersangka militan dalam penyerbuan ke sejumlah seminari, kantor-kantor kelompok agama dan rumah-rumah di seluruh negeri," ujar seorang pejabat tinggi yang mengawasi operasi penyerbuan tersebut.Pakistan menjadi pusat perhatian sejak munculnya fakta bahwa tiga pengebom bunuh diri yang terlibat dalam serangan 7 Juli di London merupakan warga Inggris keturunan Pakistan, yang belum lama ini berkunjung ke negeri itu.Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair sebelumnya telah mendesak Pakistan untuk memberantas kelompok ekstrem di negara itu. "Operasi ini sebagai respons atas pengeboman London. Kami jelas berada di bawah tekanan yang begitu besar untuk menunjukkan pada dunia bahwa kami menindak para militan," ujar seorang pejabat intelijen Pakistan.
(ita/)











































