Untuk Buktikan Penyebab Macet, Sutiyoso Diminta Naik Motor

Untuk Buktikan Penyebab Macet, Sutiyoso Diminta Naik Motor

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2005 14:17 WIB
Jakarta - Rencana Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang pengendara sepeda motor melewati jalan protokol di Jakarta terus menuai kecaman. Forum Warga Kota (Fakta) dengan tegas menuding rencana Sutiyoso tersebut tidak berdasar dan harus ditentang.LSM yang peduli terhadap kasus perkotaan ini balik menantang Sutiyoso untuk membuktikan apakah motor penyebab kesemrawutan dengan cara Sutiyoso harus mencoba naik motor sendiri. "Dia nggak tahu, kalau warga Jakarta memilih motor karena jauh lebih irit, efisien, cepat dan tidak macet. Kalau mau memperbaiki lalu lintas, yang harus ditekan penggunaan mobil pribadi," ujar Koordiantor Fakta AzasTigor Nainggolan pada detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (20/7/2005). Tigor balik menuding, omongan Sutiyoso yang akan melarang pengendara sepeda motor lewat jalan protokol tak pakai data . "Seharusnya Sutiyoso kalau ngomong pakai argumen yang jelas. Masak orang dipaksa memakai kendaraan pribadi. Ini malah akan menimbulkan masalah baru," semprot Tigor.Dalam pandangan Tigor, menggunakan motor jauh lebih hemat energi, dan tidak menimbulkan kemacetan. Sebaliknya, menggunakan mobil pribadi pemborosan dan membuat macet. Seharusnya mobil yang tidak diperbolehkan melewati jalan protokol, karena sudah ada busway. "Di beberapa negara ada daerah yang tidak boleh dilalui kendaran mobil pribadi karena akan menimbulkan kemacetan," ujar dia.Sementara, jika melarang menggunakan sepeda motor dan mengandalkan angkutan umum, jelas tidak mungkin. Sebab, angkutan umum di Jakarta tidak beres. "Naik kendaraan umum jauh lebih mahal, tidak nyaman dan tidak aman. Sutiyoso tak boleh larang-larang pengendara sepeda motor," tegas Tigor. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini