Hasil Tes Lab WHO, Iwan dan 2 Putrinya Positif Flu Burung
Rabu, 20 Jul 2005 13:55 WIB
Jakarta - Hasil tes di Indonesia yang menyatakan Iwan Siswara Rapei terjangkit flu burung diperkuat hasil tes di Laboratorium WHO, Hong Kong. WHO menyatakan Iwan dan kedua putrinya positif terserang flu burung jenis konvensional."Hasilnya positif, H5N1 yang konvensional bukan virus baru," ungkap Menkes Siti Fadilah Supari sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (20/7/2005).Karena virus yang terjangkit di tubuh ketiga korban itu termasuk jenis konvensional, menurut Menkes, maka tidak akan terjadi penularan antarmanusia. "Karenanya masyarakat tidak perlu panik atau khawatir mengkonsumsi daging ayam atau telur," kata Menkes.Dalam kasus Iwan, Menkes menyatakan, kemungkinan ketiganya terpapar virus flu burung pada saat yang bersamaan. Untuk mencegah penularan lebih lanjut, Departemen Kesehatan dan Departamen Pertanian (Deptan) telah membentuk tim gabungan untuk melakukan sosialisasi, bantuan hukum, dan survei ke kantung-kantung peternakan unggas.Target utama dari kegiatan ini adalah orang-orang atau warga yang sering melakukan kontak langsung dengan hewan-hewan jenis unggas. Sebagai pelaksana di lapangan adalah Ditjen Peternakan Deptan.Iwan dan dua putrinya, Sabrina Nurul Aisyah (8) dan Thalita Nurul Azizah (1), adalah korban tewas pertama akibat flu burung di Indonesia. Serangan penyakit itu membuat Iwan, ayah tiga anak itu, meninggal pada Selasa (12/7/2005) di Rumah Sakit Siloam Gleneagles, Karawaci, Tangerang, sementara Sabrina Nurul Aisya (8), anak kedua Iwan, saat itu masih dirawat di ruang ICU rumah sakit yang sama. Sabrina kemudian meninggal pada Kamis (14/7/2005) dini hari.Meninggalnya Iwan dan Sabrina melengkapi duka keluarga yang tinggal di Perumahan Villa Melati Mas itu, sebab pada Sabtu (9/7/2005), Thalita lebih dulu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Harapan Kita. Secara keseluruhan sejak tahun 1997, flu burung sudah menewaskan 108 orang yang tersebar di beberapa negara kawasan Asia Timur. Sebagian besar dari mereka adalah yang memiliki kontak langsung dengan unggas.Hingga kini belum diketahui dari mana ketiga korban itu terpapar virus flu burung. Namun 15 km dari rumah keluarga Iwan terdapat sebuah peternakan yang pada 2003 lalu positif terkena flu burung. Hanya saja saat itu Deptan sudah melakukan pembersihan. Dan Menkes menduga virus flu burung di peternakan tersebut belum 100 persen lenyap.
(umi/)











































