100 Ha Lahan di Pinggiran Danau Toba Terbakar

100 Ha Lahan di Pinggiran Danau Toba Terbakar

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 11 Jun 2018 17:17 WIB
100 Ha Lahan di Pinggiran Danau Toba Terbakar
Kebakaran lahan di sekitar pinggiran Danau Toba, Sumatera Utara (Foto: dok. BNPB)
Dairi - Sekitar 100 hektare lahan di sekitar pinggiran Danau Toba, Sumatera Utara, terbakar. Hingga hari ini, hot spot atau titik api masih terlihat.

Informasi itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Senin (11/6/2018). Hingga kini petugas masih berupaya melakukan pemadaman.

"Api sampai sekarang belum dapat dipadamkan. Sekitar 100 hektare yang terbakar," kata Sutopo. Topografi area yang terbakar terjal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

100 Ha Lahan di Pinggiran Danau Toba TerbakarKebakaran lahan di sekitar pinggiran Danau Toba, Sumatera Utara (Foto: dok. BNPB)

Sutopo mengatakan kebakaran lahan ini dilaporkan masyarakat Desa Paropo 1, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat (9/6). Lahan yang terbakar adalah alang-alang atau semak

Api berasal dari perladangan penduduk Paropo 1, Kecamatan Silahisabungan, perbatasan antara Kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo. Api yang diduga muncul akibat kelalaian warga ini merembet hingga ke Desa Sikodon-kodon.


Petugas gabungan melakukan pemantauan titik api. Masing-masing dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XV, Polsek Tigapanah, Koramil Tigapanah, serta kepala desa dan masyarakat Sikodon-kodon.

"Di hot spot satelit tadi pagi masih terbakar. Laporan lapangan sebagian masih terbakar," ujarnya.

Selain itu, hot spot muncul di Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Hingga kini petugas gabungan masih berupaya memadamkan api.

Dijelaskan Sutopo, Minggu (10/6) sekitar pukul 16.13 WIB, masyarakat melaporkan adanya kebakaran di Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Kampung Rakyat. Ini diperkuat oleh munculnya hot spot di desa tersebut.

100 Ha Lahan di Pinggiran Danau Toba TerbakarData hot spot (Foto: dok. BNPB)

Masyarakat Desa Tanjung Mulya bersama TNI-Polri kemudian berupaya melakukan pemadaman dini. Lahan yang terbakar seluas 10 hektare. Lahan yang terbakar dan diketahui pemiliknya seluas 3 hektare. Masing-masing lahan milik Ucok (50) seluas 1 hektare dan Panjaitan (56) seluas 2 hektare.


"Topografi lahan yang terbakar dataran rendah bergambut, vegetasinya semak belukar. Lahan masyarakat," kata Sutopo. Warga bersama Polri-TNI, Manggala Agni Daops Labuhan Batu masih berupaya melakukan pemadaman.

"Masih banyak hot spot di Sumut," ujarnya. (hri/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads