Sel Penuh
Polda Riau Titipkan Penjudi ke LP
Rabu, 20 Jul 2005 13:40 WIB
Pekanbaru - Inilah sisi lain dari aksi pemberantasan judi di Riau yang baru sepekan digelar. Sekitar 2.000 mesin jackpot dari beberapa lokasi perjudian disita polisi. Tersangkanya pun lumayan banyak. Untuk di Pekanbaru saja lebih dari 200 orang. Buntutnya, Polda Riau pusing ngurusi para tersangka ini.Paslanya, ruang tahanan hanya mampu menampung maksimal 60 orang. Dengan jumlah segitu saja, kondisi untuk tidur sudah sangat susah. Apalagi ini jumlahnya bertambah 200 orang. Belum lagi tahanan dari sejumlah kasus lain yang juga terus bertambah."Sekarang ini ruang tahanan kita sudah overcapacity," aku Kapolda Riau Brigjen S Damanhuri kepada wartawan ketika memimpin langsung penggerebekan tempat judi di Mal Pekanbaru, Jl Tengku Umar, Rabu (20/07/2005)."Sekarang tak muat lagi untuk dipenuhi tersangka judi," sambungnya. Saking sesaknya, para tahanan pun terpaksa tidur dalam posisi duduk.Solusinya, Polda Riau menitipkan sebagian di tahanannya ke Lembaga Pemasyarakatan Pekanbaru. Tentunya penitipan ini setelah meminta izin terlebih dahulu kepada pihak Kanwil Kehakiman dan HAM di Riau."Kita juga bingung kalau nanti LP juga sudah penuh mau dikemanakan tersangka judi ini. Kalau memang nantinya di LP Pekanbaru juga tidak bisa menampung titipan kita, ya mungkin mereka akan kita titipkan ke Nusa Kambangan saja," kata Kapolda sembari tertawa.Kapolda Riau sendiri, secara pribadi prihatin melihat kondisi tersangka yang sesak di sel tanahan itu. "Karena itu kita akan menitipkan sebagian mereka ke LP," katanya.Itu baru soal ruang tahanan yang berdesakan. Belum lagi, lanjut Kapolda, soal urusan makan para tahanan. Ini juga merupakan kewajiban polisi memberi ransum selama tahanan disel."Siapa lagi yang memberikan kita makan kalau bukan polisi. Dan dana yang ditumbulkan untuk biaya makan tahanan tentulah kita sendiri yang menanggungnya," ujar Kapolda sembari tersenyum.Duitnya dari mana, Pak?
(nrl/)











































