DetikNews
Senin 11 Juni 2018, 15:15 WIB

Wakapolri: Masjid Itu Tempat Ibadah, Mana Ada yang Radikal

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Wakapolri: Masjid Itu Tempat Ibadah, Mana Ada yang Radikal Wakapolri Komjen Syafrudin (Bagus/detikcom)
Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin membantah adanya masjid yang terpapar radikalisme. Menurut Syafruddin, masjid tidak mungkin terpapar radikalisme.

"Saya bantah. Bukan masjid. Nggak mungkinlah. Bagaimana bisa, masjid itu kan tempat ibadah. Mana ada masjid radikal," kata Syafruddin di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2018).

Menurut Syafruddin, informasi adanya masjid yang terpapar radikalisme kurang tepat. Ia secara tegas membantah informasi tersebut.

"Saya bantah. Nggak mungkin," ujarnya.

Sebelumnya, jumlah masjid yang para penceramahnya menyebarkan ajaran radikalisme di DKI itu disebut oleh cendekiawan muslim Azyumardi Azra saat menghadiri undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Itu media sosial, termasuk juga dalam hal ini adalah penyebaran kebencian melalui ceramah-ceramah agama. Misalnya oleh Mbak Alissa Wahid, misalnya, sekitar 40 masjid yang dia survei di kawasan DKI itu penceramahnya atau khatibnya radikal. Mengajarkan radikalisme dan intoleransi," ucap Azyumardi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/6) lalu.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga telah mengakui ada 40 masjid di DKI Jakarta yang jadi tempat penyebaran radikalisme. Sandiaga telah memerintahkan jajarannya membina 40 masjid tersebut.

"Empat puluh itu kami juga sudah punya datanya di teman-teman Biro Dikmental dan BAZIS DKI. Akan kita arahkan ke kegiatan kita lebih banyak ke sana," kata Sandiaga di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa (5/6).


40 Masjid di DKI Penceramahnya Terpapar Radikalisme, Tonton Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed