KPI Juga Diminta Mengimbau TV Swasta Siaran Normal

KPI Juga Diminta Mengimbau TV Swasta Siaran Normal

- detikNews
Rabu, 20 Jul 2005 10:37 WIB
Jakarta - Dengan berbekal surat imbauan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Kabelvision siaran 24 jam lagi. Sekarang, KPI diminta untuk mengeluarkan surat serupa, yang mengimbau TV swasta siaran normal lagi."Tolong sampaikan ke Komisi Penyiaran Indonesia untuk mengeluarkan surat yang sama kepada televisi swasta yang lain, seperti RCTI, SCTV, MetroTV, dll," kata Fubar, pelanggan Kabelvision yang senang Kabelvision beroperasi normal kembali."Sungguh, menurut saya peraturan dari Kominfo tersebut kebablasan dan hanya mencari sensasi belaka di mata Presiden. Kami tidak usah diajari untuk berhemat karena kami sendiri bisa mengukur daya beli listrik setiap bulannya," urainya.Pada Selasa (19/7/2005) kemarin, anggota KPI Amalia H Day menyatakan, pihaknya tidak bisa membuat surat edaran sejenis untuk lembaga penyiaran swasta. "Itu sepenuhnya kewenangan manajemen. Masyarakat tidak dirugikan secara materi karena gratis. Tapi masyarakat dirugikan dari segi informasi," ungkap Amelia. Untuk itu, Amelia mengharapkan lembaga penyiaran berlangganan yang menghentikan siaran agar segera siaran kembali.Sebaliknya, kebijakan menyunat siaran dengan alasan hemat energi ini didukung penuh oleh Asosiasi Televisi Swasta Seluruh Indonesia (ATVSI). Sebab, pemangkasan siaran itu menguntungkan bisnis mereka. "Di atas jam 12 malam itu malah rugi, iklan tak menutupi biaya siaran. Biaya satelit siaran saja mencapai sekitar Rp 50 juta per jam. Belum biaya lainnya," jelas Ketua ATVSI Karni Ilyas beberapa waktu silam. Sementara, Menkominfo Sofyan Djalil yang mengeluarkan peraturan menteri (permen) tentang pembatasan jam siaran mulai 01.00-05.00, hari ini akan menghadap Presiden SBY. Dia melaporkan kerjanya sebagai perunding mewakili pemerintah Indonesia dengan GAM di Helsinki. Tentunya wartawan akan menyerbunya dengan pertanyaan soal permen kontroversialnya itu. Kita tunggu saja! (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads