"Kita tinggalnya di Rawamangun. Ini sama istri, mertua, sama dua anak mau ke Tuban, mudik," kata Bambang ketika ditemui di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (10/6/2018).
"Ya bawa (oleh-oleh) makanan, ada kue tart, cemilan, sama jengkol," imbuh Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang mudik bawa jengkol (Foto: Carlo Venansius Homba/detikcom) |
Bambang mengatakan kampungnya di Tuban tidak ada jengkol. Untuk itulah Bambang sekeluarga membawa jengkol.
"Nggak banyak kok, cuma 5 kilo, soalnya di sana nggak ada jengkol. Anak-anak juga suka jengkol jadi bawa buat jadi oleh-oleh. Itu juga bawa daun katuk, di sana nggak ada juga," kata Bambang.
Namun Bambang kehabisan tiket langsung ke Tuban. Pada akhirnya dia membeli tiket ke Lasem, Jawa Tengah, setelahnya baru berganti bus ke Tuban.
(dhn/tor)











































Mereka yang mudik bawa jengkol (Foto: Carlo Venansius Homba/detikcom)