"Ya wajar lah, para pendukung. Harapan kami di 2019 itu akan memenangkan Pak Prabowo. Dengan menangnya Pak Prabowo, insyaallah Pak Jokowi akan kembali ke Solo. Jadi tidak ada hal yang sesumbar. Pakai kata 'insyaallah', tentu berharapan kami mendapat izin Allah, tidak sesumbar," kata Andre saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (9/6/2018).
Andre juga mengatakan, apa yang dia lontarkan itu merupakan hal yang terukur. Karena dia yakin di Pilpres 2019 nanti adalah pertarungan antara Jokowi dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dan pertarungan itu akan dimenangkan oleh Prabowo.
"Itu terukur. Karena Pilpres 2019 akan jadi pertarungan Pak Jokowi dan Pak Prabowo 2014, seperti di Pilpres 2014 lalu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau lihat perkembangan, janji Pak Jokowi banyak yang tidak dilaksanakan. Kita lihat petanya, pemilih Pak Jokowi banyak yang kecewa dan berpindah ke Pak Prabowo. Nah, kalau pendukung Pak Prabowo solid, jadi pernyataan ini tidak sesumbar," katanya.
Sebelumnya, pernyataan Andre untuk memulangkan Jokowi mendapat kritikan dari partai pendukung Jokowi. PDIP menyebut Gerindra tengah mengkhayal. Menurut politikus PDIP Charles Honoris, keberhasilan Jokowi selam memimpin pemerintahan pada periode ini merupakan fakta.
"Orang kan boleh saja mengkhayal. Tetapi biasanya orang yang suka berkhayal bisa berhasil hanya di dunia fiksi. Sedangkan pilpres ada di dunia nyata yang harus didasari fakta dan data ketika beranalisa," ujar Charles, Sabtu (9/6).
"Saya tidak ingin ikut masuk ke ajang khayal-berkhayal. Saya hanya ingin memaparkan data dan fakta, yaitu berupa fakta hasil kerja positif pemerintahan Pak Jokowi selama 4 tahun terakhir dan data kepuasan publik yang tinggi dari hasil survei berbagai lembaga kredibel. Selebihnya, publik bisa memberikan penilaiannya sendiri," imbuh anggota Komisi I DPR itu. (jor/tor)











































