Anies soal Pembangunan Sky Bridge Tn Abang: Jangan Sampai Sia-sia

Indra Komara - detikNews
Jumat, 08 Jun 2018 17:14 WIB
Konsep sky bridge Tanah Abang (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan catatan pada pembangunan sky bridge Tanah Abang, Jakarta. Anies ingin pembangunan sky bridge sesuai dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) agar tak sia-sia.

"Intinya adalah kita ingin solusinya di sini solusi yang relevan dengan pembangunan TOD besok. Sehingga kita bangun sky bridge itu nggak sia-sia. Ini salah satu catatan," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018).


Anies kemudian memaparkan, pembangunan sky bridge itu sebagai solusi sementara dari penataan Tanah Abang. Namun, ditegaskan, bukan berarti pembangunannya juga bersifat sementara.

"Saya sampaikan bahwa sky bridge ini sifatnya solusi sementara. Tetapi karena investasi di sini membutuhkan dana yang besar, jangan sampai barangnya jadi sementara," jelasnya.


"Sehingga ketika membuat TOD besok rancangannya itu cocok dengan sky bridge yang sekarang. Jadi sky bridge-nya bermanfaat untuk TOD. Kalau nggak nanti kita bongkar lagi, mindahin lagi," tambah Anies.

Sebelumnya, Pemprov DKI sudah menyetujui desain visual sky bridge Tanah Abang. Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno juga sudah melihat secara langsung presentasi desain sky bridge dari PD Pembangunan Sarana Jaya.


"Sky bridge hari ini sudah dapat persetujuan dari kami, lelangnya sudah di-launch berarti teman-teman media mestinya udah dapat dari Pak Yoory, saya minta tolong dibuatin visualnya 3D maupun videonya, supaya teman-teman lihat bagaimana nanti Jalan Jatibaru itu nanti terkoneksi dengan Blok F dan pusat-pusat perbelanjaan yang lain melalui sky bridge. Tadi sudah selesai sudah dipresentasikan," kata Sandi di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jakarta Timur, Kamis (7/6).

Diharapkan sky bridge rampung dalam waktu 2 bulan. Setelah itu Jalan Jatibaru akan dibuka kembali. Pembangunan sky bridge ini sendiri akan dimulai seusai pembahasan APBD-Perubahan 2018. (idn/jbr)