Truk BBM Tak Datang, Ratusan Ibu di Palu Selatan Ngomel

Truk BBM Tak Datang, Ratusan Ibu di Palu Selatan Ngomel

- detikNews
Selasa, 19 Jul 2005 23:17 WIB
Palu - Kelangkaan BBM masih terjadi. Kini, menimpa Kelurahan Tatura, Palu Selatan, Sulawesi Tengah. Warga sudah 2 bulan terakhir kesulitan mendapat jatah minyak tanah. Antrean setiap sudut pangkalan minyak tanah, Selasa (19/7/2005), tetap terlihat. Karena truk tangki minyak tidak kunjung datang. Ratusan ibu rumah tangga yang mengantre pun menumpahkan kekesalannya dengan menggerutu.Sebelumnya, mereka mendengar bahwa sore ini akan datang truk tangki pengangkut BBM ke kelurahannya. Ratusan ibu rumah tangga dan anak-anak pun langsung menyerbu pangkalan BBM sambil membawa jerigen. Mereka sudah berkumpul sejak pukul 15.00 Wita.Namun, hingga pukul 18.00 Wita, truk pengangkut BBM yang dijanjikan tidak kunjung datang. Akhirnya, mereka menumpahkan kekesalannya dengan mengomel sambil memukul-mukul jerigennya. Suara bising pun saling bersaut-sautan.Selama dua bulan ini, untuk mendapatkan minyak tanah mereka harus rela merogoh koceknya Rp 2.000 - Rp 2.500. Padahal harga eceran tertinggi hanya Rp 970. Itu pun setelah mencari ke sana-kemari. "Sekarang susah tidak seperti dulu. Bayangkan, harga minyak tanah lebih mahal daripada beras," tukas salah seorang pengantre BBM, Ibu Baso. Selama 2 bulan terakhir ini, para ibu rumah tangga setempat hanya bisa menggunakan kayu bakar untuk memasak. Sebagiannya tetap menggunakan minyak tanah setelah susah payah mencari ke pangkalan di kelurahan lain.Ketua Hiswana Migas Sulawesi Tengah Syamsuddin Umar, sebelumnya, menyatakan, pasokan minyak tanah masih cukup untuk 13 hari ke depan. Namun, nyatanya antrian para ibu rumah tangga terjadi di semua pangkalan minyak tanah di Kota Palu. (ton/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini