DetikNews
Jumat 08 Juni 2018, 14:21 WIB

Fredrich Tak Masalah Hakim Minta Bimanesh Dituntut Ringan

Haris Fadhil - detikNews
Fredrich Tak Masalah Hakim Minta Bimanesh Dituntut Ringan Foto: Fredrich Yunadi. (Ari Saputra-detikcom)
FOKUS BERITA: Drama Novanto di RS
Jakarta - Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi tak masalah kalau hakim meminta jaksa menuntut ringan dr Bimanesh Sutarjo. Menurutnya, jika Bimanesh dituntut bebas juga tak masalah.

"Mau dalam hal ini mau dituntut bebas juga bukan urusan saya kok. Karena yang penting saya sama dengan Bimanesh. Bimanesh hanya sebagai seorang dokter, kebetulan dia nangani kasusnya Pak Setya Novanto," kata Fredrich di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018).


Fredrich juga menegaskan kecelakaan yang dialami Novanto bukanlah rekayasa. Alasannya, polisi telah menyatakan peristiwa itu adalah kecelakaan.

"Dalam hal ini, KPK berani mengatakan bahwa polisi merekayasa? Kan polisi sudah menyatakan bahwa ini adalah murni kecelakaan. Kalau memang berani, kenapa polisi nggak dipanggil? Dihadapkan saja jadi saksi. Nggak berani kan? Karena mereka kan selama ini terbayang-bayang oleh past history, mereka kan selalu ditangkap sama polisi terus kan. Kalau memang betul, hadirkan dong polisi. Polisi mengatakan 'betul, Pak, ini adalah kecelakaan rekayasa', kan selesai kan? Kenapa nggak berani," ucap Fredrich.

Selain itu, Fredrich pun mengatakan pengajuan justice collabolator (JC) oleh Bimanesh sebenarnya tak diatur oleh undang-undang di Indonesia. Menurutnya, JC hanya kesepakatan antar-instansi.

"Kita harus menegakkan hukum berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. Kita bukan menegakkan hukum berdasarkan hukum yang berlaku di anglo saxon seperti di Amerika, Prancis, Inggris. Kita kan berlaku daripada hukum continental, kalau hukum continental harus berdasarkan undang-undang bukan penafsiran," ucap Fredrich.

"Dalam hal ini, saya dengar Bimanesh mengajukan permohonan menjadi JC. JC itu kan tidak dikenal di hukum Indonesia. Itu hanya kesepakatan antara Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Kepolisian dan KPK. Itu tidak tertera di undang-undang kita," ucap.


Sebelumnya, Bimanesh berharap diberi hukuman yang adil. Ia menyerahkan kumpulan testimoni pasiennya kepada hakim dan jaksa untuk dipertimbangkan.

Ketua majelis hakim Mahfudin menyatakan prihatin atas kondisi yang diceritakan Bimanesh. Ia menyatakan hukuman tergantung dari tuntutan jaksa.

"Kami juga merasa prihatin dengan kondisi saudara sekarang. Sebenarnya saudara ini aset sudah 38 tahun mendedikasikan untuk bangsa ini. Kita berdoa bersama-sama ya mudah-mudahan penuntut umum ada kebijakanlah dalam tuntutan ini. Jangan sampai maksimal ya. Terdakwa ini sendiri sudah .... Kalau maksimal hakim prihatin juga. Berdoa sama-sama ya," ucap hakim dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (7/6) kemarin.
(haf/idh)
FOKUS BERITA: Drama Novanto di RS
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed