Walkot Makassar akan Copot 15 Camat yang Indisipliner

Walkot Makassar akan Copot 15 Camat yang Indisipliner

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 08 Jun 2018 12:58 WIB
Walkot Makassar akan Copot 15 Camat yang Indisipliner
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (ari/detikcom)
Makassar - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto melantik empat pejabat eselon III lingkup Pemerintah kota Makassar. Dia juga akan menindak tegas camat-camat di Makassar jika terindikasi melakukan tindakan indisipliner.

Pelantikan keempat pejabat di Baruga Anging Mammiri, Makassar, Jumat (8/6/2016). Keempat pejabat itu adalah Abdul Rasyid menempati posisi Kabag Keuangan Setda kota Makassar. Taslim Rasyid dilantik sebagai Sekertaris BPKAD Makassar. Sulyadi Perdana Supomo Guntur menjabat Sekcam Rappocini, dan Ismail Abdullah dilantik sebagai Kabid Penertiban Bangunan dan Ruang Dinas Penataan Ruang Makassar.

"Makassar hari ini punya tempat yang baik dalam skala nasional maupun internasional. Hari ini, di sisa satu tahun masa kepemimpinan, saya tidak akan membiarkan satu menit pun tidak ada kebaikan - kebaikan yang kita sempurnakan di Pemkot Makassar," kata Danny dama sambutannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan bahwa tradisi inovasi dan prestasi yang dimiliki Makassar harus dipertahankan. Kota membutuhkan super tim yang didukung oleh kekompakan dan penguasaan tugas.

"Hari ini saya mulai menyempurnakan organisasi agar bekerja lebih baik," lanjut Danny.

Pengefektifan kembali organisasi dilakukan Danny agar roda pemerintahan berjalan baik. Ia mencontohkan posisi kepala Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial yang dirangkap Mukhtar Tahir tidak lagi dijabat orang yang sama.

Danny berjanji kembali mengevaluasi birokratnya pasca lebaran nanti. Penyempurnaan organisasi kembali dilakukan.

"Saya ingin membuat tim yang tidak cengeng, selalu ingin bersatu, bukan penikmat jabatan, pekerja keras, pelaku keikhlasan, peduli pada masyarakat, punya dedikasi dan integritas," tegas Danny.

Sementara itu, Danny juga mengatakan akan menindak tegas camat yang melakukan tindakan indisipliner. Tindakan indisipliner itu berupa dugaan korupsi, melakukan politik praktis, dan pelanggaran birokrasi.

"Semua camat yang bermasalah akan dinonaktifkan untuk sementara. Bukan cuman 13 camat, tapi 15 camat jika memang terindikasi bermasalah akan dinonaktifkan dan kita akan mencari Plt camat sebagai gantinya," sambung Danny. (fiq/asp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads