Pedagang Ayam Keluhkan Sepinya Pembeli
Selasa, 19 Jul 2005 19:34 WIB
Jakarta - Sejumlah pedagang ayam mengeluh sepi pembeli. Mereka pun hanya bisa menebak-nebak apakah karena dipicu kasus penyakit flu burung, atau karena kebutuhan masyarakat yang sedang tinggi lantaran sekolah memasuki tahun ajaran baru.Sepinya pembeli dikeluhkan sekitar 35 pedagang ayam di Pasar Kebayoran Lama. Menurut mereka, dalam tiga empat hari terakhir, penjualan daging ayam turun drastis."Hari ini saja, ayam yang terjual belum sampai 30 ekor. Padahal biasanya saya bisa menjual 60 ekor ayam per hari," keluh Siti (55), salah seorang pedagang ayam di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, saat ditemui detikcom di kiosnya, Selasa (19/7/2005).Siti, yang telah jualan ayam di Pasar Kebayoran Lama selama 20 tahun ini, mengaku bingung menghadapi sepinya pembeli. Namun, ketika ditanya penyebabnya, ia mengaku tidak tahu.Kondisi serupa dialami pedagang ayam lain. Mereka mengeluhkan sepinya pembeli. Ketika ditanya apakah kasus flu burung menjadi penyebabnya, rata-rata mereka juga hanya bisa menebak-nebak."Semua serba mungkin, Mas. Flu burung, daya beli rendah karena kebutuhan orangtua meningkat, apalagi anak-anak sekolah baru pada masuk, ya semua serba mungkin," ujar Mufid, salah seorang pedagang ayam lainnya, dengan wajah murung.
(jon/)











































