Jemaat Ahmadiyah di Bandung Aktifkan Ronda Malam
Selasa, 19 Jul 2005 17:49 WIB
Bandung -
Pasca penyerbuan Kampus Mubarok di Parung, Bogor, pengamanan sejumlah masjid Ahmadiyah di Bandung mulai ditingkatkan. Tiap malam, para pengurus masjid digilir untuk melakukan ronda malam. Hingga saat ini tidak ada ancaman dan intimidasi yang meneror jemaat Ahmadiyah di Bandung. "Setelah kejadian itu kita terus koordinasi dengan Polsek dan Polres. Memang tidak ditempatkan petugas keamanan tiap hari di sini, tapi kita terus waspada saja," ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jemaat Ahmadiyah Jawa Barat (Jabar), Yos Roswandy saat ditemui detikcom di Masjid Mubarok, Jl. Pahlawan, Bandung, Selasa (19/7/2005). Menurut dia, Ahmadiyah mulai berkembang di Jawa Barat sekitar tahun 1948. Dengan Masjid pertama bernama Masjid An Nasir. Hingga saat ini jumlah Ahmadiyah di Bandung sendiri diperkirakan sekitar 2.000 orang. Di Bandung, jemaat Ahmadiyah dibagi ke dalam 3 wilayah. Yaitu, Bandung Selatan, Barat dan Tengah."Kalau ada masalah lebih baik berdialog. Kita cari khasanah keberagaman itu. Sayang di MUI, kita tidak punya tempat perwakilan. Prestasi Islam semakin menurun," ungkapnya. Dia merasa penyerangan tersebut merupakan tindakan yang tak dibenarkan, karena alasannya tidak jelas. Menurut dia, penyerangan tersebut tak hanya menyebabkan kekerasan fisik saja. Namun juga terjadi penjarahan."Saya tak akan menyebut lokasinya. Tapi itu saudara dekat kami," ungkapnya. Ia merasa heran dengan aksi kekerasan tersebut. Menurut dia, hingga saat ini tak ada keluhan dari warga yang merasa dirugikan dengan Ahmadiyah.Yos Yoswandi memperlihatkan beberapa mushaf Al Quran yang diterjemahkan dan ditafsirkan ke dalam beberapa bahasa dunia, seperti bahasa Finlandia, Inggris, Cina, Vietnam, Jepang, dan Bahasa Sunda. Menurut dia, langkah penerjemahan dari Ahmadiyah ini merupakan bagian dari dakwah Ahmadiyah pada seluruh dunia.Kondisi di Masjid Mubarok juga seperti masjid pada umumnya. Ada ruang untuk salat jamaah, ruang wudlu, ruang pengurus masjid, dan ruang kelas mengaji. Pintu pagar juga tak dikunci.
(asy/)










































