DetikNews
Jumat 08 Juni 2018, 02:10 WIB

TNI Gagalkan Penyelundupan Warga Rohingya dari Riau ke Malaysia

Mochamad Zhacky - detikNews
TNI Gagalkan Penyelundupan Warga Rohingya dari Riau ke Malaysia Foto: dok. TNI AL
Dumai - TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan penyeludupan tujuh orang warga Rohingya, Myanmar ke Malaysia. Ketujuh orang warga Rohingya tersebut ditangkap tim patroli Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai, Riau, di hutan bakau Pantai Purnama pada Rabu (6/6).

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino percobaan penyelundupan warga Rohingya itu diketahui dari informasi intelijen. Menurut informasi yang diterima Yose, ada tujuh warga Rohingya yang berangkat dari Medan menuju Dumai menggunakan mobil.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh Unit Intelijen Lanal Dumai pada hari Rabu tanggal 6 Juni 2018 pukul 07.30 WIB bahwa ada warga Rohingya dari Medan menggunakan kendaraan roda empat menuju Dumai dan akan berangkat ke Malaysia secara ilegal," kata Yose dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (7/6/2018).


Menindaklanjuti informasi tersebut, Lanal Dumai menerjunkan dua kelompok patroli yakni Sea Rider I dan II untuk menyisir sekitar Pantai Purnama. Sekitar pukul 09.00 WIB Sea Rider II melihat satu unit speed boat yang bersembunyi di pohon bakau.

"Selanjutnya tim patroli Lanal Dumai langsung melaksanakan penggerebekan dan didapatkan satu unit speed boat mesin 55 PK dan tujuh orang warga Rohingya yang terdiri dari tiga orang dewasa dan empat anak-anak, dan 1 orang yang berhasil melarikan diri," ujar Yose.


Tim patroli Lanal Dumai kemudian membawa tujuh orang warga Rohingya itu ke Posmat Sungai Dumai untuk diperiksa. 1 Unit speed boat juga diamankan sebagai barang bukti.

Hasil pemeriksaan sementara, supaya bisa menyeberang ke Malaysia tujuh orang warga Rohingya tersebut dibantu dua orang berinisial HS dan YS. Salah satu warga Rohingya yang ditangkap, Abdul Kasim mengaku membayar Rp 13 juta ke YS.

"HS yang juga merupakan warga negara Myanmar membawa ketujuh orang warga Rohingya tersebut dengan menggunakan mobil menuju Jl Suka Karya Dumai. Setelah sampai di sana ketujuh orang warga Rohingya tersebut diserahkan kepada saudara YS," papar Yose.


"Mereka sempat ditampung selama 11 hari dan disembunyikan di pondok-pondok di sekitar daerah Suka Karya. Salah satu arga Rohingya, saudara Abdul Kasim mengaku untuk berangkat ke Malaka, Malaysia mereka sudah membayar sebesar Rp 13 juta kepada saudara YS," imbuh dia.

Dugaan pelanggaran ke Imigrasian saat ini masih diselidiki oleh pihak Lanal Dumai. Untuk menyelidiki kasus ini Lanal Dumai juga bekerjasama dengan pihak Imigrasi Kelas II Dumai.
(zak/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed