Flu Burung, Jauhi Truk Ayam!
Selasa, 19 Jul 2005 16:59 WIB
Jakarta - Anda pernah berpapasan dengan truk bermuatan ayam di jalan? Bau yang disebarkan menyengat hidung. Belum bulu dan kotorannya yang beterbangan. Tak hanya itu, ayam-ayam yang siap potong ini bisa menyebarkan virus flu burung!"Kalau kita konvoi dan di depan ada truk ayam, kita harus waspada. Lebih baik menjaga jarak karena penyebaran flu burung bisa menyebar lewat udara," kata anggota Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dr Azis Rani di Depertemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2005).Azis Rani menuturkan banyak hal tentang media penularan flu burung. Virus flu burung juga dapat ditularkan melalui tinja atau kotoran, urine, air liur dan air mata binatang unggas.Apakah flu burung bisa menular manusia ke manusia? "Kemungkian bisa karena di masa yang akan datang virus influenza sangat mudah bermutasi sehingga sifat virus sewaktu-waktu dapat berubah," jelas Azis.Trik JituGuna mengantisipasi flu burung, PAPDI membagi-bagi trik jitu antara lain meminta pekerja di peternakan untuk biasakan diri menggunakan penutup hidung dan sarung tangan ketika akan berinteraksi dengan unggas.Kedua, lokalisir daerah yang terkena virus flu burung. Ketiga, sering memvaksinasi unggas yang terserang influenza dan Depkes harus memantau penyebaran infeksi."Gejala umum flu burung sama dengan flu biasa. Tetapi pada flu burung ditambah sesak nafas selain asma, serta penderita pernah kontak dengan unggas dalam kurun waktu satu pekan terakhir," kata dia.Menurut Azis, sekitar 40 hingga 50 persen pasien pasien flu burung yang berobat berakhir dengan kematian. "Semua terjadi di daerah Asia Tenggara yang mayoritas merupakan ras mongoloid seperti Vietnam, Kamboja dan Thailand," ujarnya.Flu burung pun telah menyebar di 113 kabupaten atau kota di Indonesia. Sayangnya, Azis tidak menyebutkan nama-nama kabupaten dan kota yang dimaksud.
(aan/)











































