Pemprov DKI Sudah Setujui Desain Sky Bridge Tanah Abang

Indra Komara - detikNews
Kamis, 07 Jun 2018 20:25 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI sudah menyetujui desain visual sky bridge Tanah Abang. Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno juga sudah melihat secara langsung presentasi desain sky bridge dari PD Pembangunan Sarana Jaya.

"Sky bridge hari ini sudah dapat persetujuan dari kami, lelangnya sudah dilaunch berarti teman-teman media mestinya udah dapat dari Pak Yoory, saya minta tolong dibuatin visualnya 3D maupun videonya, supaya teman-teman lihat bagaimana nanti Jalan Jatibaru itu nanti terkoneksi dengan Blok F dan pusat-pusat perbelanjaan yang lain melalui sky bridge. Tadi sudah selesai sudah dipresentasikan," kata Sandi di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jakarta Timur, Kamis (7/6/2018).


Sandi kemudian menjelaskan bagaimana gambaran video visual sky bridge yang sudah dilihatnya. Dia menuturkan sky bridge itu akan terkoneksikan tingkat dua, karena pihak KAI juga akan memperkenalkan triple decker.

"Seru sih dan jadi Jalan Jatibaru itu akan dibangun di atasnya yang ditutup sekarang itu akan dilalui sky bridge dan akan terkoneksikan tingkat dua, karena KAI akan mengintroduce triple decker. Kalau triple decker kan ramai ke situ," paparnya.


"Jadi ini akan nyambung ini mereka menggunakan sky bridge akan berjalan sepanjang Jatibaru itu akan terhubungkan dengan Blok F. Blok G (masih belum) kan masih dibangun. Nanti kalau udah jadi pasti akan terhubung," lanjut Sandi.

Lebih lanjut, proses pembangunan sky bridge masih tahap menengah penataan Tanah Abang. Setelah itu, akan ada penggabungan karakteristik dari Tanah Abang, karena menurutnya Tanah Abang merupakan pusat grosir terbesar di Asia.

"Saya kaget juga tadi waktu dipresentasikan, yang paling besar di dekat perbatasan Shenzhen dan Hongkong itu setengahnya Tanah Abang dari jumlah pengunjung. Tapi fasilitasnya besar sekali. Jadi ini kita harus hati-hati melihat bagaimana menata Tanah Abang. Karena sangat dekat kepada pusat kota. Kalau yang luar negeri itu rata-rata pusat grosir dan TOD-nya ada di luar kota. Ini di tengah kota jadi ini merupakan potensi dan tantangan. Kalau saya melihatnya sebagai potensi. Saya melihat sebagai peluang. Ramai itu berkah yang harus kita tata ke depan," jelas Sandi.

Sebelumnya, PD Pembangunan Sarana Jaya sedang melakukan lelang proyek sky bridge Pasar Tanah Abang. Jika proses lelang berjalan lancar, pembangunan sky bridge dapat dimulai setelah Lebaran.

Sandiaga bercita-cita menjadikan Pasar Tanah Abang seperti Grand Bazaar di Turki. Dia meyakini Pasar Tanah Abang dari segi transportasinya lebih baik daripada Grand Bazaar.

"Sky bridge-nya akan bisa mulai dibangun setelah Lebaran. Jadi, sekarang lagi mulai proses lelang. Kalau dilihat, dari segi site-nya saja lebih besar. Dan dari segi moda transportasinya, lebih banyak bersinggungan di situ baik yang MRT, LRT, maupun TransJakarta dan juga Commuter (kereta)," kata Sandi di di Gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/5). (idn/dkp)