"Sudah sering (restoran) didatangin (pelaku), sudah sejak sekitar sebulananan yang lalu," kata Nanda (20), karyawan restoran M Djoko Nasi Timbe kepada wartawan di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2018).
Nazarudin mengaku sebagai kepala dinas kebersihhan. Dia ke restoran itu sambil memawa amplop, meminta sumbangan 'seikhlasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nanda, Nazarudin mendatangi restoran seminggu sekali. Awalnya pihak restoran memberikan seikhlasnya. Belakangan, pihak restoran tidak mamu memberinya uang karena sudah curiga.
"Ini terus orangnya kesannya maksa kalau minta. Pernah dulu waktu datang kan amplopnya harus melalui bos dulu, terus dia bilang 'pakai uang sakunya aja dulu', terus nggak kasih, dia keluar sambil marah-marah," katanya.
Nazarudin diciduk pihak Kecamatan Kebayoran Lama karena mengaku-aku sebagai kepala seksi Dinas Kebersihan Kecamatan Kebayoran Lama. Pihak kecamatan yang mendapatkan laporan dari warga langsung bertindak dan menangkap pelaku.
Nazarudin juga pernah mendatangi kantor Rodalink di Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan. Seorang karyawan, Nabila (25) merasa janggal dengan Nazarudin.
"Kalau dari aku sih curiga ya, karena kalau dari pemerintah dia nggak mungkin minta THR sendiri. Terus ada lambang pemerintahnya sih, kayak agak aneh aja. Nah terus di situ ada nomor telepon kita coba tes telepon kok nggak nyambung-nyambung," kata Nabila.
Karena tidak tahu, rekan Nabila yang bergantian shift dengannya memberinya uang. Nazarudin saat itu meminta uang sebesar Rp 150 ribu.
"Dia sih kasih keterangan itu 150 (ribu rupiah) tapi gak dikasih semuanya sih. Kan namanya dari perusahaan pastinya gak mau, jadi yang kita kasih itu hanya 50 ribu rupiah," ucapnnya.











































