Pelantikan Walikota Semarang Diwarnai Aksi Demo
Selasa, 19 Jul 2005 15:52 WIB
Semarang - Acara pelantikan harusnya dilakoni dengan penuh khidmat. Tapi itu tidak terjadi di Semarang. Pelantikan Sukawi Sutarip - Machfud Ali sebagai walikota baru justru diwarnai riuh rendah aksi demo puluhan warga.Dalam aksinya, warga yang berasal dari Kelurahan Jayenggaten, buruh PT Port Rush, dan PKL, meminta walikota memperhatikan nasib mereka. Warga Jayenggaten dan PKL terancam tergusur dan buruh PT Port Rush di-PHK.Aksi yang juga diikuti sejumlah anak dan ibu-ibu itu tertahan pada jarak 50 meter dari pintu Gerbang Balaikota Semarang, Jl. Pemuda, Selasa (19/7/2005). Acara pelantikan dilakukan di Ruang Rapat Paripurna DPRD kompleks balaikota berjalan lancar.Aparat kepolisian tampak sangat berlebihan dalam menjaga acara tersebut. Begitu pendemo terlihat, mereka langsung membuat pagar betis. Tak hanya itu, mereka juga mengerahkan pasukan berkuda.Pendemo gagal bernegosiasi. Aparat tetap melarang pendemo mendekat ke lokasi pelantikan meski acaranya sudah usai. Perang mulut pun terjadi. Akhirnya, pendemo mengalah. Mereka duduk-duduk di tepi jalan.Beberapa saat kemudian, perwakilan pendemo sempat masuk ke lokasi pelantikan untuk menyerahkan kontrak politik ke walikota terpilih. Lagi-lagi pendemo sial karena sang walikota enggan menandatanganinya.Akhirnya, para pendemo meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka terlihat kecewa karena tidak diberi ruang sedikit pun menyampaikan aspirasi. Mereka juga kesal karena saat berorasi, mereka diganggu dengan suara mikrofon melalui mobil polisi lalu-lintas."Kami tidak akan berhenti di sini. Suatu saat, kami akan datang kembali. Seorang pemimpin harus berani menerima aspirasi warganya," tutur salah satu pendemo sambil meninggalkan lokasi aksi.
(nrl/)











































