Sedang Hamil, Mahasiswi Unhas Alami Pelecehan Seksual dari Dosen

Sedang Hamil, Mahasiswi Unhas Alami Pelecehan Seksual dari Dosen

- detikNews
Selasa, 19 Jul 2005 15:37 WIB
Makassar - Nasib mahasisiwi Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, sebut saja Dahlia, benar-benar apes. Mahasiswi yang sedang hamil ini sangat berharap skripsinya segera tuntas. Tapi, yang didapatkan dari dosennya malah pelecehan seksual. Dahlia, merupakan seorang mahasiswi program esktensi jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol). Dia sangat tidak rela atas perlakuan tidak senonoh dosen berinisial 'Sul' yang juga pembimbing skripsinya itu. Pelecehan seksual ini terungkap setelah Dahlia membuat surat pengaduan, yang ditujukan kepada Dekan Fisip Unhas, Komisi Disiplin Unhas, dan Sekretaris Jurusan Ilmu Administrasi Unhas. Surat tertanggal 25 Juni 2005 ini, selain berisi pengaduan juga menerangkan kronologi pelecehan seksual yang dilakukan oleh 'Sul' yang bergelar doktor haji itu. Dalam suratnya, Dahlia menerangkan, bahwa Sul telah memegang pinggang dan pipi, mengelus-elus perutnya, dan tak segan-segan mengajaknya berhubungan badan. "Dia mulai mengusap-usap perut saya dan menyuruh saya lebih dekat. Saya katakan tidak boleh, bersentuhan saja haram," tulis Dahlia dalam surat pengaduannya. Dahlia telah bersuami. Dan saat kejadian itu terjadi, Dahlia sedang dalam keadaan hamil. Perut Dahlia sudah tampak membesar. Dalam surat pengaduan itu, Dahlia juga menuturkan bahwa dirinya sudah menolak ajakan Sul itu. Namun, Sul terus mendesaknya. "Belum juga saya berdiri untuk pulang, beliau berdiri duluan sambil mengelus-elus wajah saya. Katanya kalau ia ingin mencium saya sekali saja. Saya pun langsung berdiri sambil menepis-nepis tangannya sampai di pintu tengah," terangnya dalam surat. Perlakuan tak senonoh yang dialami Dahlia ini dilakukan oleh Sul di ruang kantornya, di Fakultas Isipol, Unhas, pada hari Rabu, 22 Juni 2005 pukul 15.08 Wita. Saat itu, untuk kesekian kalinya, Dahlia hendak berkonsultasi soal skripsi. Tapi, menurut Dahlia, saat itu, sebenarnya Sul yang menghubungi Dahlia untuk meminta segera datang ke ruang kerjanya. Gelagat pelecehan yang dilakukan Sul terhadap Dahlia bukan kali ini saja. Sebelumnya, Sul memang sudah hendak menampakkan gelagat yang tidak baik. "Beliau (Sul) juga menawarkan bagaimana kalau bertemu di tempat lain seperti di tempat minum-minum, dan biar beliau yang menjemput karena ia mau menjelaskan mengenai skripsi saya," jelas Dahlia dalam surat itu.Mendapat Teror Akibat aduan via surat di tiga lembaga ini, Dahlia akhir-akhir ini sering mendapat tekanan alias teror lewat telepon. "Dia (Dahlia) mengaku mendapat tekanan lewat telepon. Sehingga dia ketakutan," ujar Hafid Cangara, Dekan Fisipol Unhas ketika ditemui detikcom di ruang Dekan Fisip Unhas, Selasa (19/07/2005).Namun, Hafid tidak menerangkan secara detil isi tekanan yang ditujukan kepada Dahlia. Akibat keder dengan tekanan itu, Dahlia sempat akan mencabut surat gugatannya itu. "Dia takut karena ditekan, makanya dia mau cabut pengaduannya. Saya bilang, kalau mau dicabut, harus membuat surat kembali yang isinya mencabut surat sebelumnya," tutur Hafid. Namun hingga kini, Dahlia belum mencabut dengan resmi surat pengaduannya itu. Sementara, Sul masih sulit ditemui untuk dikonfirmasi mengenai pengaduan Dahlia ini. Karena itu, belum diketahui secara pasti, apakah cerita Dahlia ini benar-benar terjadi dan diakui oleh Sul. Siapa tahu ada motif lain. (asy/)



Berita Terkait