DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 14:27 WIB

Ramadan 2018

Perlu Tahu, Ini Arti Nasi Biryani yang Sebenarnya

Tjandra Yoga Aditama - detikNews
Perlu Tahu, Ini Arti Nasi Biryani yang Sebenarnya Ilustrasi biryani. Foto: iStock
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
New Delhi - Seperti di Indonesia, berkunjung sambil membawa makanan berbuka puasa juga dilakukan kaum muslim di India. Makanan yang diantarkan tentu saja bermacam hidangan khas Negeri Bollywood.

Suatu hari, Usman, pegawai bagian IT di kantor saya datang ke rumah bersama anaknya untuk buka puasa bersama. Mereka membawa tiga makanan yaitu nasi biryani, raita dan cheena.



Ada hal menarik mengenai penyebutan nasi biryani yang perlu Anda tahu. Biryani adalah kata dalam bahasa Urdu yang konon berasal dari bahasa Persia. Nah, dalam bahasa Persia, beras disebut 'birinj'.

Perlu Tahu, Ini Arti Nasi Biryani yang SebenarnyaFoto: dok. pribadi


Jadi, kalau kita bilang nasi biryani tidak tepat, karena sebenarnya berarti 'nasi beras' atau 'nasi nasi'. Karenanya, di India orang menyebutnya chicken biryani (nasi ayam) atau mutton biryani. Kalau di luar India juga ada beef biryani. Tapi tentu di India tidak ada, karena sapi memang tidak dikonsumsi di sini. Yang ada adalah daging kerbau. Itupun kabarnya impor dari Indonesia.

Sementara raita, adalah semacam bubur yang dibuat dari yoghurt yang dicampur sayuran atau buah. Kita tahu bahwa banyak makanan India yang berasal dari susu atau yoghurt dan di tiap tempat pasti ada kios penjual susu.

Hidangan terakhir bernama cheena, punya nama lain chickpea atau kacang-kacangan, berupa biji-bijian yang kaya protein. Seperti kita tahu, cukup banyak masyarakat India yang vegetarian.

Tak heran, variasi makanan dari berbagai jenis tanaman sangat populer di sini, termasuk untuk kaum muslim yang makan daging.

Perlu Tahu, Ini Arti Nasi Biryani yang SebenarnyaFoto: dok. pribadi


Kembali lagi soal biryani, bagi saya, menyantap biryani ayam punya kedekatan dengan rasa Indonesia, karena tidak terlalu menyengat bumbunya. Di India ada berbagai macam jenis biryani, tapi rata-rata rasanya terlalu kuat untuk lidah kita.

Biryani ayam adalah pilihan paling aman dan enak untuk yang baru datang dari Indonesia. Pertama, karena ini adalah nasi. Tahu sendiri kan, orang Indonesia masih akan merasa lapar kalau belum makan nasi. Kedua, bumbunya sesuai dengan lidah kita.

Kalau untuk raita dan cheena yang banyak ditemui di India, rasanya sih oke saja. Lumayan untuk disantap bersama biryani.

Jika sudah selesai berbuka dan salat magrib bersama, kami akan duduk santai di ruang tamu sambil minum masala chai atau teh masala. Ini adalah minuman paling populer di India, yang mencampurkan teh dengan berbagai bumbu (bahasa Indianya masala) seperti anis, kardamon, cengkeh, kayu manis, pala, merica, jahe dan lain-lain.

Perlu Tahu, Ini Arti Nasi Biryani yang SebenarnyaFoto: dok. pribadi


Di Amerika Serikat, ada berbagai coffe shop yang menjual chai latte, inovasi dan kombinasi 'Barat dan Timur' untuk memanjakan lidah konsumen. Ya, mungkin nanti ada juga yang menjual bandrek latte atau bajigur latte di luar negeri ya.

Dalam acara berbuka puasa bersama kali ini, ada juga teman lain bernama Imran yang mengenakan baju tradisional India bernama kurta. Dia datang membawa chola dan fruit cocktail yang kalau di Indonesia disebut es buah.

Tampilan maupun rasanya kurang lebih sama dengan es buah Indonesia. Hanya saja, selain buah, Imran memasukkan kurma juga ke dalamnya. Kalau chola adalah bahasa Hindi untuk makanan berjenis kacang-kacangan. Tapi yang dibawa Imran adalah yang butir-butir yang putih warnanya.



Suasana kekeluargaan semacam ini cukup menyenangkan, apalagi selama Ramadan. Di kantor juga kami biasa salat zuhur berjemaah. Ada lima orang yang rutin berjemaah, masing-masing seorang dari Sudan, Maldives, Bangladesh, India serta saya sendiri.

Perlu Tahu, Ini Arti Nasi Biryani yang SebenarnyaFoto: dok. pribadi


Jadi terasa betul bekerja di organisasi internasional dengan karyawan berbagai bangsa. Saya biasa diminta jadi imam nya karena paling tua umurnya, dan juga karena bacaannya tidak perlu terdengar hahaha. Semoga ibadah puasa kita mendapat rahmat dan berkah dari Allah SWT.


*) Prof Tjandra Yoga Aditama Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dan Mantan Kepala Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan RI Sekarang bertugas di WHO South East Asia Regional Office di New Delhi.


Bagi Anda para pembaca detikcom yang memiliki cerita berkesan Ramadan seperti di atas, silakan kirimkan tulisan Anda ke e-mail: ramadan@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor kontak Anda dan foto-foto penunjang cerita.
(rns/rns)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed