ADVERTISEMENT

Bimanesh: Novanto Tiba di RS Buru-buru, Kepalanya Dibungkus Selimut

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 07 Jun 2018 13:39 WIB
Setya Novanto saat dipindah dari RS Medika Permata Hijau ke RSCM Kencana. (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Setya Novanto disebut datang ke RS Medika Permata Hijau dengan terburu-buru. Selembar selimut juga disebut melingkari kepala Novanto, yang dianggap dokter Bimanesh Sutarjo aneh.

"Saya lihat ada seseorang yang didorong ke dalam ruangan dalam keadaan tergesa-gesa. Saya melihat ketidakwajaran, kok orang pasien dibawa seperti orang lari-lari, seperti dikejar-kejar sesuatu," ujar Bimanesh, yang menjalani pemeriksaan terdakwa perkara perintangan penyidikan KPK terhadap Novanto dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).


"Saya perhatikan, kepalanya terbungkus oleh selimut. Kok aneh ini. Ditutup tapi mukanya masih terlihat. Dibebat begini (mencontohkan melilit selimut di kepala) seperti orang menggunakan jilbab tapi dengan selimut jadi tebal sekali," imbuh Bimanesh.

Setelah itu, Bimanesh mengaku mengecek kondisi Novanto. Ada beberapa luka yang disebut Bimanesh dialami Novanto.

"Saya melihat ada luka lecet ringan. Di sisi dahi sebelah kiri itu sebetulnya bukan luka, tapi sebuah memar kecil akibat benda tumpul yang mungkin cuma ditekan aja begitu. Kemudian ada di leher, seperti lecet ringan warna merah muda. Kemudian di lengan panjang sekitar 9 cm, lebar 2 cm," ucap Bimanesh.

Selain itu, Novanto disebut Bimanesh dalam kondisi sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Namun, menurut Bimanesh, Novanto perlu dirawat inap karena tekanan darahnya tinggi.


"Kalau menurut saya perlu dirawat. Karena sesuai bidang saya, tekanan darahnya 180/110 itu hipertensi berat," ucap Bimanesh.

"Seperti yang saya ketahui dan pelajari, kalau tensi di atas 150/90 itu bisa menimbulkan kerusakan organ target. Apalagi ini hipertensi yang terakselerasi. Khawatir akan hal itu, saya merasa perlu merawat pasien malam itu untuk menurunkan tensinya. Karena risiko untuk terjadi stroke sangat besar karena tensi 180/110 walau kejadiannya sesaat. Apalagi serangan jantung dengan riwayat pemasangan ring, ketiga, buta, keempat gagal ginjal," ucap Bimanesh.

Sebelumnya, dalam perkara ini, Bimanesh didakwa merintangi pemeriksaan Novanto. Ia didakwa bekerja sama dengan Fredrich Yunadi memanipulasi hasil pemeriksaan medis Novanto agar tak menghadiri panggilan KPK. (haf/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT