Pasca Kematian Iwan
60 Staf BPK Disuntik Vaksin Flu
Selasa, 19 Jul 2005 15:25 WIB
Jakarta - Waspada flu burung kini benar-benar diterapkan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebanyak 60 staf BPK yang pernah melakukan kontak dengan Iwan Siswara diberi vaksin influenza. Vaksin diberikan sebagai upaya preventif penularan flu burung."Hanya kepada orang-orang yang berisiko saja, yang sering kontak dengan Pak Iwan. Itu pun diwawancarai dulu kapan dan bagaimana kontaknya. Jumlahnya sekitar 60 orang," kata dokter Poliklinik BPK, Chusnul Hidayati, saat ditemui detikcom di Kantor BPK, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (19/7/2005). Dr. Chusnul menegaskan, vaksin yang diberikan kepada staf BPK hanya vaksin influenza bukan vaksin flu burung. Vaksin flu burung atau vaksin H5N1 diberikan untuk ternak. Penyuntikan vaksin influenza itu hanya dilakukan sekali. "Virusnya tidak menular dari manusia ke manusia. Jadi cukup vaksin influenza sebagai upaya preventif. Suntikannya bertahan untuk satu tahun," tandas Chusnul. Ditjen Penanganan Penyakit Menular (P2M) Depkes terus memantau karyawan BPK yang berisiko tinggi terhadap flu burung. Setiap hari, Chusnul harus memberikan laporan tentang kondisi staf BPK yang pernah kontak dengan Iwan."Ada form yang harus kita isi. Kita ditanya mengenai kondisi mereka, apa ada yang deman, tindakan apa yang sudah diambil," ujarnya. Tindakan yang dilakukan BPK merupakan tindak lanjut dari saran P2M dan WHO. Selain pemberian vaksin, BPK juga memberikan obat-obatan viral dan melakukan penyemprotan. Penyemprotan dilakukan di kantor BPK untuk antisipasi penyakit lain. "Misalnya Cikungunya. Kan banyak juga karyawan BPK yang berasal dari Tangerang," terang Chusnul.
(iy/)











































