DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 13:28 WIB

Tak Ingin Dicap Ilegal, Sandi Sepakat Bazis Gabung ke Baznas

Indra Komara - detikNews
Tak Ingin Dicap Ilegal, Sandi Sepakat Bazis Gabung ke Baznas Konferensi pers Ketua Baznas RI Bambang Sudibyo dengan Wagub DKI Sandiaga Uno. (Indra/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sepakat BAZIS bergabung dengan Baznas. Ketua Baznas RI Bambang Sudibyo mengatakan BAZIS DKI akan segera mengikuti peraturan undang-undang pengelolaan zakat nomor 23 tahun 2011.

"Tadi telah berlangsung rapat Baznas dengan jajaran Pemda DKI, berkat iktikad yang baik yang terjadi di akhir 10 hari terakhir Ramadan dan disepakati, yaitu BAZIS DKI akan segera mengikuti peraturan undang-undang dengan masa transisi maksimal 3 bulan," kata Bambang di kantor Baznas Wisma Sirca, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).


Bambang menyampaikan identitas BAZIS DKI nantinya akan tetap dipertahankan. Namun, katanya, diwajibkan juga menempel nama Baznas DKI. Finalisasi penamaannya masih akan dirumuskan.

"Disepakati juga bahwa identitas BAZIS DKI itu akan dipertahankan, tapi nama resmi Baznas DKI juga harus ada, karena nama itu sudah diberikan Menteri Agama secara resmi awal 2016, jadi barangkali bentuknya, ini misalnya saja, masih dirumuskan, namanya Baznas DKI (BH BAZIS DKI)," ujarnya.

Lebih lanjut, selama masa transisi 3 bulan, Pemprov harus segera memilih komisioner Baznas DKI sesuai dengan perundang-undangan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus membentuk panitia seleksi untuk memilih anggota komisioner Baznas DKI.

"Gubernur DKI harus membentuk panitia seleksi siapa saja yang bisa daftar jadi anggota komisioner, kemudian nama itu dimintai pertimbangan oleh Baznas siapa saja yang layak jadi komisioner Baznas kemudian akan dipilih oleh gubernur," kata Bambang.

Tak hanya itu, harus dibentuk juga sekretariat yang diisi oleh PNS DKI untuk mengurusi dana yang digelontorkan Pemprov ke Baznas. Selama masa transisi, Bambang menekankan, seluruh proses harus selesai tepat waktu.

"Karena Pemda DKI mengalokasikan dana yang cukup besar pada Baznas DKI, maka akan ada sekretariat yang isinya pegawai negeri yang mengurusi dana APBN yang dialokasikan oleh Pemda DKI ke Baznas DKI," tuturnya.

"Kemudian lainnya itu diberi waktu karena proses pemilihan akan lama, dalam waktu 3 bulan sejak hari ini, maka itu harus selesai. Untuk masa transisi itu sudah dibentuk tim transisi, yang dari Baznas diketuai oleh Mundir Suparta dan dari DKI oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto.

Bentuk Tim Sinkronisasi dan Transisi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan bergabungnya BAZIS DKI dengan Baznas sebagai sebuah sejarah. Apalagi, kesepakatan itu terjadi pada 22 Ramadan, di mana ketika 933 Hijriah, 22 Ramadan bertepatan dengan lahirnya Kota Jakarta.

"Syukur ke hadirat Allah SWT bahwa tanggal 22 Ramadan di mana hari ini sangat bersejarah. Karena 491 tahun yang lalu, pada tanggal 22 Ramadan, bertepatan dengan 22 Juni. Di Fatahillah atau Jayakarta, Pangeran Jayakarta bisa memenangkan perjuangan melawan penjajah. Alhamdulillah sekarang kita rayakan 22 Ramadan, kita patut syukuri dengan lembaran baru dari pengelolaan zakat di DKI Jakarta," kata Sandiaga dalam kesempatan yang sama.

"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, kami tadi sepakat untuk membentuk tim melakukan sinkronisasi dan transisi. Dari Pemprov DKI akan dipimpin oleh Bapak Catur, Asisten Kesra," lanjutnya.


Ke depan, laporan keuangan terkait pengelolaan zakat akan ditingkatkan. Dengan demikian, Baznas DKI diharapkan bisa juga meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

"Kami baru dapat WTP, Pak. Jadi BAZIS DKI yang sekarang menjadi Baznas DKI quote-unquote BAZIS DKI itu juga harus WTP, harus akuntabilitasnya bagus. Dan kami commit untuk mengedepankan transparansi dan manfaat bagi masyarakat.

Sandiaga juga mengatakan bergabungnya BAZIS DKI ini sebagai bentuk komitmen Pemprov agar tidak dicap ilegal. Menurutnya, sinkronisasi Pemprov dengan Baznas sebagai berkah Ramadan yang perlu disyukuri.

"Menurut profesor, 10 hari terakhir bulan suci Ramadan yaitu itqun minan nar, menjauhkan kita dari api neraka. Jadi kalau ilegal itu neraka. Api nerakanya menjilat-jilat gitu. Jadi karena itqun minan nar. Kita menjauhkan diri dari api neraka, kita langsung commit hari ini. Jadi itu yang bisa saya sampaikan. Suasananya sangat guyub, rukun. Ini adalah berkah Ramadhan 1439 Hijriah," terang Sandi.
(idn/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed