ADVERTISEMENT

Bimanesh Mengaku Pernah Ikut Wamil Hingga Jadi Dokter RS Polri

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 07 Jun 2018 11:55 WIB
Dokter Bimanesh Sutarjo (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Dokter Bimanesh Sutarjo mengaku pernah ikut wajib militer (wamil). Dokter yang didakwa melakukan perintangan penyidikan KPK terhadap Setya Novanto itu mengaku mengikuti wamil setelah lulus pendidikan S1.

Bimanesh lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) tahun 1980. Setelahnya, dia mengikuti wamil lalu lanjut pendidikan hingga lulus S3.


"Saya masuk wajib militer dulu, kemudian tahun 1987 ambil spesialisasi ilmu penyakit dalam, tahun 1987-1991," ucap Bimanesh saat menjalani pemeriksaan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

Setelahnya, Bimanesh bekerja di RS Polri hingga pensiun pada tahun 2013. Selain itu, dia juga menjadi dokter spesialis penyakit dalam di sejumlah rumah sakit yaitu RS Haji Jakarta, RS Medika Permata Hijau, dan RS Medika BSD.

"Waktu saya lulus wajib militer, saya ditugaskan di Rumah Sakit Polri," ujarnya.

"Sebagai anggota Polri dan dokter kepala departemen penyakit dalam sampai tahun 2013?" tanya hakim.

"Iya betul yang mulia," ucap Bimanesh.

Keterangan Bimanesh itu sekaligus sebagai pembenar atas ucapan Fredrich Yunadi saat diperiksa sebagai terdakwa sebelumnya. Mantan pengacara Novanto itu menyebut Bimanesh sebagai ahli hipertensi bekas polisi.

"Kalau ahli hipertensi itu ada 2, dokter Luki Azizah dan satu lagi adalah dokter Bimanesh yang bekas polisi," kata Fredrich, Kamis (24/5) lalu. (haf/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT