DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 10:33 WIB

Tol Jakarta-Surabaya, Bensin Keliling Disiapkan di Brebes-Semarang

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Tol Jakarta-Surabaya, Bensin Keliling Disiapkan di Brebes-Semarang Foto: Menhub Budi Karya (tengah) memberikan keterangan pers soal mudik 2018. (Wildan-detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jalur tol Jakarta-Surabaya sudah siap digunakan untuk mudik dan bisa ditempuh dengan kecepatan hingga 60 km/jam. Titik-titik jalur krisis kehabisan bahan bakar ada di Brebes hingga Semarang.

"Jalan tol Jakarta-Surabaya kami telah lakukan pengecekan dengan Menteri PUPR dan Kapolda Jateng dan Kakorlantas jalan fungsional itu sangat baik sekali. Kalau titik kritis ada di Brebes sampai Semarang," kata Budi di Lantai 7 Gedung Cipta Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).


Budi menambahkan jika dulu Jakarta-Surabaya hanya bisa dilalui dengan kecepatan 40 km, saat ini bisa dengan kecepatan 60 km. Untuk daerah rawan habis bahan bakar, pemerintah dengan stakeholder sudah mengantisipasi hal itu dengan memberikan bensin secara keliling.

"Kalau kehabisan uang kita punya tempat-tempat top up untuk mengisi E-Tol ya saya sudah cek, sudah kita siapkan dengan baik. Kalau ada yang kehabisan bensin ada call center ke 151. Pertamina juga sudah siapkan pom bensin dadakan, ada yang pakai mesin, ada yang manual, ada yang dibawa pakai motor dan (layanan) kesehatan juga ada yang dibawa dengan motor," imbuhnya.


Diketahui, jika pemudik ingin melalui jalur tol Jakarta-Surabaya ini harus merogoh kocek sebesar Rp 500 ribu. Pihak Kemenhub juga tidak menganjurkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk melalui jalur tol itu. Sebab, menurut Budi, jalur-jalur non tol seperti jalur Pantura juga baik untuk digunakan pemudik.

"Kecepatannya ada yang 60-40 kalau tahun lalu hanya semua 40 dan rest area (sekarang) juga sudah tersedia dengan baik. Oleh karenanya, bagi mereka yang ke Jakarta-Surabaya memang harus konsekuensi membayar tapi pada dasarnya kami nggak mengharuskan masyarakat lewat tol selain harus bayar 500 ribu juga ada frekuensi kemacetan. Oleh karenanya Kemenhub sudah meneliti jalur Pantura ke Surabaya itu bagus kita lakukan turing khusus Jakarta-Surabaya, jadi pemudik sudah bisa menggunakan Jalur Pantura," kata Budi.


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed