DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 06:06 WIB

Jazirah Islam 2018

Cerita dari Lembah Kashmir yang Dingin

Dinda Tahier - detikNews
Cerita dari Lembah Kashmir yang Dingin Wilayah lembah Kashmir yang dingin. Foto: Daeng Nico/ Jazirah Islam TRANS 7
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Kashmir - Jika bertandang ke India, pasti yang terbayang adalah negara yang panas dan ramai. Bagaimana tidak, negara ini merupakan salah satu yang terpadat di dunia. Iklimnya tropis, dengan suhu bisa mencapai 41 derajat celcius.

Tapi siapa sangka, India juga menawarkan kesejukan. Inilah kota Kashmir, daerah lembah yang ada di ujung barat pegunungan Himalaya. Keindahan alam di sini, membuatnya dijuluki sebagai surga dunia.



Bahkan Jahangir Khan, kaisar Imperium Mughal pernah berkata, jika ada surga di dunia, maka di sinilah tempatnya. Di kota ini, muslim banyak bermukim. Sebanyak 68% penduduk Kashmir adalah muslim, sedangkan 28%-nya memeluk agama Hindu.

Di kota antara India, Pakistan, dan Republik Rakyat China ini, tim Jazirah Islam bertemu dengan Saba Nazki, seorang muslimah muda inspiratif yang memiliki kemampuan menulis luar biasa.

Host Jazirah Islam Dinda Tahier dan Saba Nazki. Host Jazirah Islam Dinda Tahier dan Saba Nazki. Foto: Daeng Nico/ Jazirah Islam TRANS 7


Pada 2016 ketika kuliah, Saba dan teman-temannya mulai menerbitkan tabloid berjudul Mizraab. Mizraab berarti alat pemetik senar pada alat musik tradisional khas Kashmir, rabaab. Dengan memberi nama ini, Saba berharap tabloidnya bisa memberi inspirasi bagi setiap orang yang membacanya.

"Sebagai seorang mahasiswa, kami ingin mempunyai suatu ruang dimana orang-orang bisa mendapat kesempatan untuk menulis tentang hal yang mereka suka, atau sesuatu sesuai ideologi mereka tentang situasi di kota kita, tentang konflik, dan bagaimana mereka mengimplementasikannya ke dalam sebuah seni, puisi, essay, dan seringnya ke dalam sebuah karya fotografi," ujar Saba.

Cerita dari Lembah Kashmir Tabloid Mizraab. Foto: Daeng Nico/ Jazirah Islam TRANS 7


Sejak Inggris hengkang pada 1947, India pun terbelah menjadi dua bagian. Mayoritas Hindu membentuk negara India, dan muslim mendirikan Pakistan. Sedangkan Kashmir, merupakan daerah tak bertuan yang akhirnya diakui oleh Pakistan dan India.

Hingga sekarang, kedua negara ini terus berperang untuk menguasai seluruh bagian Kashmir. Artinya, sudah 71 tahun perang ini berlangsung .



Sadar akan keadaan kotanya yang penuh masalah, perempuan berumur 25 tahun ini menyuarakan pemikirannya melalui tulisan dalam tabloid Mizraab. Sayangnya, karya ini tidak bisa dilanjutkan karena alasan keselamatan dan dana. Semoga kelak, karya-karya Saba bisa kembali menggugah kaum muda di Kashmir.

Saksikan kisah perjalanan tanah Kashmir, India, dalam program Jazirah Islam, Kamis 7 Juni 2018 pukul 15:00 WIB hanya di TRANS 7
(rns/rns)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed