Kasus Flu Burung, Depkes Diminta Buka Saluran Hotline
Selasa, 19 Jul 2005 14:29 WIB
Jakarta - Penanganan kasus flu burung yang merenggut korban jiwa di Serpong, Tangerang, dinilai lambat. Untuk mengatasinya, Departemen Kesehatan diminta membuka saluran hotline sebagai upaya by pass informasi terhadap masalah laporan kesehatan dari daerah. Menurut anggota Komisi V DPR dari Fraksi PAN, Abdul Hadi Jamal, penanganan kasus flu burung di Tangerang lambat karena masalah komunikasi antara Dinas Kesehatan di daerah dengan Departemen Kesehatan di pusat. "Ada ketakutan dari Dinas Kesehatan di daerah untuk melaporkan masalah kesehatan di daerahnya," kata Jamal kepada detikcom usai sebuah seminar tentang hak masyarakat dalam memperoleh informasi publik di bidang kesehatan di Hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (19/7/2005).Oleh karena itu, lanjut Jamal, pemerintah harus membuka jalur komunikasi dari bawah langsung ke pusat sehingga tidak terjebak jalur birokrasi. "Presiden saja mau terima info langsung dari masyarakat, masa menterinya enggak," tukasnya.Ditambahkan Jamal, biaya untuk membuka saluran komunikasi ini sangat murah. Sehingga pemerintah tidak bisa menggunakan alasan kekurangan dana untuk tidak membuka saluran komunikasi untuk masyarakat.
(gtp/)











































