Rekan Kerja di BPK Tak Percaya Iwan Siswara Sengaja Dibunuh
Selasa, 19 Jul 2005 13:51 WIB
Jakarta -
Sejumlah anggota DPR menduga Iwan Siswara sengaja dibunuh oleh pihak-pihak tertentu terkait pekerjaannya sebagai auditor BPK. Rekan-rekan kerja Iwan di BPK menolak dugaan itu. Mereka balik menuding anggota DPR mempolitisir keadaan.Teman dekat Iwan di BPK, Ipoeng Andjar Wasita, tak percaya Iwan sengaja dibunuh terkait pekerjaanya. Menurut Ipoeng, Iwan tidak lagi melakukan audit sejak tahun 2002. Terakhir jabatan Iwan di BPK yakni pimpinan proyek bantuan luar negeri BPK. Ipoeng menjadi sekretarisnya. Pada tahun 2005, Iwan menangani proyek Reformasi dan Pembangunan Sektor Audit Negara atau disebut juga State Audit Reform Sector Development Project (Star ADP). Proyek itu meliputi pembenahan kelembagaan dan peraturan audit. Proyek itu merupakan proyek yang mendapat bantuan dana dari Asia Development Bank (ADB). Menurut Ipoeng, proyek Star ADP itu tidak hanya dilaksanakan di BPK tapi juga di lembaga audit lain. Inspektorat Jenderal Keuangan, Inspektorat Jenderal Luar Negeri dan Bappenas juga mendapatkan proyek ini. "Kongkretnya Pak Iwan menangani revisi UU audit, revisi standar audit. Kita juga menyewa konsultan internasional untuk itu, mengadakan training internasional, program sertifikasi, dan lelang pengadaan komputer," jelas Ipoeng saat saat ditemui detikcom di Kantor BPK, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (19/7/2005). Dengan jabatan seperti itu, Ipoeng yakin Iwan tidak memiliki musuh yang menginginkan kematiannya. Selama ini, kata Ipoeng, tak ada kegiatan atau pekerjaan Pak Iwan yang mencurigakan dan mengundang musuh. "Pak Iwan orangnya baik sekali. Saya pikir ia tak punya musuh," kata Ipoeng. Ipoeng menilai pernyataan sejumlah anggota DPR hanya mempolitisir keadaan. "Karena Pak Iwan kerja di BPK, maka mungkin saja ini dipolitisir," kata Ipoeng.Kabag Humas BPK Gunarwanto juga menolak spekulasi Iwan sengaja dibunuh. BPK masih menunggu hasil pemeriksaan Depkes. "Kita tak bisa menduga-duga. Kita tunggu hasil labnya untuk memastikan," kata Gunarwanto.Dugaan Iwan sengaja dibunuh oleh pihak-pihak tertentu disampaikan anggota DPR, Senin, 18 Juli 2005 kemarin. Para anggota DPR yang melempar dugaan itu antara lain Ade Daud Nasution (FPBR), Zulkieflimansyah (FPKS), Jazuli (FPKS), dan Yusuf Faishal (FPKB). Ade menampik mempolitisir kematian Iwan. Namun menurutnya, kematian Iwan harus diselidiki karena janggal. Terlebih lagi karena Iwan merupakan seorang auditor BPK. Menurut Ade, mustahil Iwan terkena flu burung dari unggas yang ada di sekitar tempat tinggalnya, Vila Melati Mas, Serpong, Tangerang. Pasalnya kediaman Iwan bersih dan tak memelihara unggas. Maka anggota DPR itu berspekulasi Iwan dibunuh dengan menggunakan cara-cara bioteknologi.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































