Survei Indikator, Jokowi Kalahkan Prabowo di Jabar

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 06 Jun 2018 19:54 WIB
Foto: Ilustrasi Jokowi dan Prabowo. (Pool/Biro Setpres).
Jakarta - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terhadap elektabilitas calon Presiden 2019 khusus di Jawa Barat. Hasilnya Joko Widodo unggul mengalahkan calon penantangnya, Prabowo Subianto yang menang di Jabar saat Pilpres 2014.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Jawa Barat yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Survei dilakukan bulan Maret, April, dan Mei 2018. Metode pengambilan survei menggunakan multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95%.


Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Jumlah sampel basis sebesar 800 responden denhan sampel basis 800 responden, error survei +/- 3,5%. Jumlah total sampel sekitar 5.169 responden yang merupakan gabungan survei Provinsi dengan sampel 800 responden, dan tujuh survei wilayah Dapil dengan jumlah sampel minimal 400 responden. Dalam analisa, data diboboti sesuai dengan proporsi pemilih di masing-masing Kabupaten/Kota.

Indikator Politik menggunakan survei simulasi semi terbuka, elektabilitas Jokowi unggul 41,2% sementara Prabowo 26,6% di Jabar. Disusul responden yang tidak tahu atau tidak menjawab 13,7%.

"Daftar nama semi terbuka Jokowi paling banyak dipilih 41,2%. Kemudian Prabowo 26,6%, Gatot Nurmantyo 3,2%, Anies Baswedan 2,7%, dan nama lain kurang dari 3%. Sekitar 13,7% pemilih belum memilih nama capres," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam paparannya di kantor Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2018).


Burhanuddin mengatakan meskipun Jokowi unggul daripada Prabowo di Jabar, tetapi jumlah suara Jokowi lebih rendah dibandingkan secara nasional pada survei Indikator Politik Maret 2018 lalu yakni sebesar 51,8%.

"Kalau kita lihat elektsbilitas Pak Jokowi dengan simulasi semi terbuka 41,2% memang sudah tertinggi elektabilitas Pak Jokowi waktu survei dilakukan Maret-Mei 2018. Tetapi elektabilitas pak Jokowi di Jabar masih lebih sedikit dibandingkan rata-rata nasional waktu kita rilis kemarin bulan Maret Pak Jokowi dapat 51,8% pakai simulasi terbuka. Meski pak Jokowi sudah unggul di Jabar tapi keunggulannya tidak sebesar nasional," tutur Burhanuddin.

Berikut hasil survei elektabilitas capres di Jabar dengan simulasi semi terbuka dengan pertanyaan 'jika pemilihan presiden diadakan sekarang siapa yang akan dipilih':

1. Joko Widodo (41,2%)
2. Prabowo Subianto (26,6%)
3. Gatot Nurmantyo (3,2%)
4. Anies Baswedan (2,7%)
5. Agus Harimurti Yudhoyono (1,8%)
6. Hary Tanoesoedibjo (1,3%)
7. Ridwan Kamil (1%)
8. Jusuf Kala (0,9%)
10. Habib Rizieq Syihab (0,8%)
11. Nama lainnya dibawah 3%

Sementara elektabilitas capres berdasarkan top of mind di Jabar adalah sebagai berikut:

1. Joko Widodo (29,7%)
2. Prabowo Subianto (17%)
3. Gatot Nurmantyo (2,1%)
4. Susilo Bambang Yudhoyono/SBY (0,9%)
5. Anies Baswedan (0,9%)
6. Hary Tanoesoedibjo (0,8%)
7. Ahmad Heryawan (0,4%)
8. Tuan Guru Bajang/TGB (0,4%)
9. Ridwan Kamil (0,4%)
10. Agus Harimurti Yudhoyono/AHY (0,3%)
11. Hutomo Mandala Putro atau Tommy Soeharto (0,3%)
12. Basuki T Purnama alias Ahok (0,2%)

Burhanuddin menilai Jokowi berhasil membalikkan suara pendukung Prabowo yang sebelumnya di Pilpres 2014 memilih Prabowo. Sementara jika disurvei secara head to head antara Jokowi dan Prabowo, jumlah pemilih Jokowi sebesar 50%, Prabowo 39% sementara 11% yang tidak tahu atau tidak memilih.


Ia menilai Prabowo masih dianggap figur yang paling pantas melawan Jokowi jika Prabowo maju. Sedangkan jika Prabowo tidak maju, nama lain seperti Gatot Nurmantyo maupun Anies Baswedan akan didukung oleh pendukung Prabowo.

"Kalau kita lihat kan selisihnya cuma 11% artinya pemilih pak Prabowo banyak mendapatkan limpahan suara dari yang milih Gatot atau Prabowo. Faktanya penantang Jokowi favorit masih pak Prabowo. Tapi jika pak Prabowo tidak maju di Pilpres nanti maka calon alternatif sepeti Gatot dan Anies baru mendapatkan peluang yang besar untuk terutama menantang," sebut dia.

Seperti diketahui, Jabar merupakan salah satu provinsi yang menjadi lumbung suara dalam pemilihan presiden. Di Pilpres 2014, Jokowi mendapat 40,22% suara sementara Prabowo meraih 59,78%. (yld/elz)