Pemda DKI: Tak Selamanya Jalan Depan Kedubes Aussie Ditutup
Selasa, 19 Jul 2005 13:35 WIB
Jakarta - Hampir satu tahun peristiwa peledakan bom terjadi, tapi jalur lambat di depan Kedubes Australia masih ditutup. Pemda DKI membantah penutupan itu berlaku selamanya. Jadi sampai kapan?"Hanya untuk sementara saja, sifatnya tidak sepanjang masa. Kan alasan utama penutupan karena pertimbangan keamanan," kata Humas Pemda DKI Catur Laswanto kepada detikcom, Selasa (19/7/2005).Menurut Catur, pemerintah Australia masih merasa was-was jika peristiwa pada 9 September 2004 lalu terulang kembali. Untuk itulah, jalur lambat di depan kantor Dubes David Richie, di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, masih ditutup hingga saat ini.Pemda DKI pun menyadari banyaknya keluhan dari warga Jakarta menanggapi kebijakan tersebut. Namun, Pemda DKI tidak bisa begitu saja memenuhi keluhan masyarakat yang mengecam penutupan jalan itu."Keluhan juga kita dengar dan kita berusaha menemukan titik tengah di antara faktor keamanan dan faktor kemacetan lalu lintas itu. Kita akan lakukan terus kajian-kajian," ujar Catur.Seperti diketahui, penutupan jalur lambat di depan Kedubes Australia dikecam para pemakai jalan. Mereka mengeluh, Jalan Rasuna Said yang sebelumnya sudah sering macet, diperparah lagi dengan keadaan ini.Bahkan sebagai bentuk kecaman, masyarakat DKI yang lewat di depan Kedubes Austalia mengusulkan gerakan aksi pencet klakson. Gerakan itu menyatakan ketidaksetujuan dan bentuk protes penutupan jalan.Beredar kabar, Kedubes Australia telah meminta pemerintah RI melalui Departemen Luar Negeri (Deplu) dan tembusan kepada Gurbernur DKI agar jalur lambat itu ditutup selamanya. Namun hal itu dibantah Catur.Sedangkan Deplu melalui juru bicaranya, Yuri Thamrin, pada detikcom, mengaku belum punya informasi mengenai permintaan itu. Deplu juga tidak tahu mengapa jalur lambat di depan Kedubes Australia masih ditutup sampai saat ini.
(fab/)











































