DetikNews
Rabu 06 Juni 2018, 15:55 WIB

Soal Via Vallen, Komisi VIII DPR: Jangan Bully Korban Pelecehan

Gibran Maulana, Elza Astari Rd - detikNews
Soal Via Vallen, Komisi VIII DPR: Jangan Bully Korban Pelecehan Foto: Via Vallen (Palevi/detikcom)
Jakarta - Pedangdut Via Vallen membuka ke publik pelecehan seksual yang diterima dirinya melalui media sosial. Komisi VIII DPR meminta masyarakat menghargai keberanian Via Vallen, dan tidak malah membully.

"Sebaiknya jangan mudah membully korban (pelecehan), kepada siapapun di dunia maya," ungkap Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (6/6/2018).

Via Vallen mengungkap pelecehan seksual yang didapatnya lewat fitur Instagram Stories di akunnya. Pelecehan seksual itu berupa pesan tak senonoh melalui direct message (DM) di Instagram, pada Selasa (5/6). Ace mengingatkan, sekecil apapun tindakannya, pelecehan seksual tidak dapat dibenarkan.

"Pelecehan seksual itu sebetulnya bukan hanya di dunia nyata, tapi juga bisa terjadi di dunia maya. Karena itu, pakailah etika pergaulan di dunia maya dengan sebaik-baiknya," kata politikus Golkar itu.


Ace pun menyarankan pelantun lagu 'Sayang' tersebut untuk melapor ke polisi soal pelecehan seksual yang didapatnya. Pihak kepolisian juga sudah memberikan saran yang sama.

"Kalau memang Via Vallen merasa dirugikan dengan pelecehan seksual itu, ya sebaiknya laporkan saja kepada Kepolisian RI," tutur Ace.

"Ini dilakukan supaya ada efek jera agar hal-hal seperti itu tidak terulangi lagi," sambung dia.


Sebelumnya diberitakan, Via Vallen mengaku mendapat pesan tak senonoh melalui direct message (DM) di Instagram, pada Selasa (5/6). Dia lalu mengunggah pesan yang diterimanya itu lewat fitur Instagram Stories di akunnya.

Namun aksi Via Vallen yang mengunggah pelecehan seksual kepada dirinya itu dibully oleh sejumlah netizen. Di balik serangan sebagian netizen tersebut, Via Vallen mendapat banyak pujian dan dukungan.

"Jadi kalau misalnya perempuan berani mengatakan kasus yang dialaminya ini juga akan memberi efek jera kepada pelaku. Naming, shaming (terhadap pelaku) memang diperlukan. Karena pelakunya ini banyak tokoh terkenal, tokoh masyarakat, tokoh yang dihormati," ucap Komisioner Komnas Perempuan Adriana Venny, Rabu (6/6).

Tonton video Road Manager Via Vallen Ribut dengan Wartawan:

[Gambas:Video 20detik]


(elz/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed