RS Hasan Sadikin Siapkan Bangsal untuk Penderita Flu Burung
Selasa, 19 Jul 2005 12:50 WIB
Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memiliki bangunan ruang perawatan infeksi khusus. Ruang ini disediakan bagi pasien yang terserang virus ganas yang membutuhkan perawatan tingkat isolasi tinggi. Misalnya pederita SARS, flu burung, atau difteri."Ruang ini awalnya disiapkan ketika SARS ramai pada tahun 2003. Ini untuk pencegahan saja," ungkap Ketua Tim Dokter Infeksi Khusus dr Hadi Yusuf di RSHS, Jalan Pasteur, Bandung, Selasa (19/7/2005).Bangsal khusus korban virus ganas ini sudah mengikuti standar WHO. Tata letaknya dibuat secara khusus. Ruang ini terdiri dari 8 kamar. Satu ruang dikhususkan untuk mereka yang dinyatakan positif terkena virus ganas. Di ruang itu ada 2 tempat tidur.Ruang ini dilengkapi 2 alat bantu pernafasan atau ventilator. Ruang ini kedap udara luar dengan dibantu udara dingin dari AC.Ruangan satunya diperuntukkan bagi pasien dengan status baru diduga terkena virus. Keluarga pasien dilarang menjenguk dan kontak fisik langsung dengan pasien di ruangan ini.Saat detikcom memantau fasilitas baru ini, semua jalur masuk ruang dibedakan. Jalur antara perawat dan dokter serta pasien berbeda. Dokter dan perawat yang melakukan perawatan diwajibkan memakai pakaian layaknya busana astronot."Ruangnya harus steril dari virus luar dan dalam. Hingga saat ini memang belum ada pasien yang dirawat dengan gejala virus SARS atau flu burung. Tapi kita pernah merawat pasien yang terserang virus difteri pada ruang ini," ungkap dr Hadi saat mengajak para wartawan mengunjungi ruang infeksi khusus itu.RSHS menyiapkan tenaga medis yang siap ditempatkan di ruang ini sebanyak 16 dokter dan 4 perawat. Di Indonesia, baru 3 rumah sakit yang memiliki ruang khusus dengan fasilitas perawatn bagi pasien yang terserang virus ganas. Selain di Bandung, RS itu berdiri di Jakarta dan di Batam. Biaya pembangungan ruang infeksi khusus di RSHS ini memakan biaya sebesar 900 juta rupiah."Mudah-mudahan tidak ada pasien yang terserang SARS atau flu burung. Dengan adanya ruang ini, minimal kita sudah tidak kerepotan. RSHS sendiri sudah siap mengantisipasi hal ini," ungkapnya.
(nrl/)











































