Peta Politik Usai Pertemuan Prabowo-Amien-Rizieq di Mekah

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rabu, 06 Jun 2018 12:53 WIB
Pertemuan Prabowo, Amien Rais, Habib Rizieq di Mekah. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menemui Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Mekah. Pakar politik LIPI Prof Lili Romli memprediksi, poros ketiga semakin sulit muncul.

"Sekarang ini kan untuk lahirnya poros ketiga agak berat karena yang kuat 2 poros saja, yang usung Pak Jokowi dan koalisi di bawah pimpinan Gerindra," ujar Lili saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/6/2018).



Saat ini yang masih belum menentukan arah koalisi hanya tinggal PKB dan Partai Demokrat. Sedangkan PAN meski belum deklarasi, namun sudah terlihat merapat ke poros Gerindra, kata Lili.

Kuatnya dua poros tersebut, kata Lili, bisa membuat suasana Pilpres 2019 jadi panas. Bahkan sekarang pun sudah terasa panasnya suhu politik jelang Pilpres 2019.

"Sekarang saja sudah panas ini, ada perang tagar, terus yang kedua memang masyarakat sudah terbelah. Sudah pasti terbelah (jika hanya 2 kubu), kemudian muncul politik identitas," ungkap profesor riset LIPI tersebut.



Politik identitas, kata Lili, dimunculkan oleh elite politik untuk menggaet pemilih secara cuma-cuma. Menurut dia, mesin politik yang memakai identitas biasanya tak mampu untuk perang gagasan.

"Karena politik identitas itu kan sudah given, sudah langsung melekat pada seseorang, muncul sentimen itu. Politik identitas bagaikan bom waktu atau api dalam sekam, kalau dibongkar seperti politik pandora," papar Lili.

Lili lantas merujuk pada teori dari Ralf Dahrendorf tentang kelompok kepentingan. Politik identitas dijadikan bahan oleh kelompok kepentingan untuk menarik anggota dari kelompok semu.

"Saya berharap pilpres itu pertarungan gagasan, visi-misi. Umpama kalau tak setuju utang, ya gimana solusinya, tidak memanfaatkan identitas," ungkap Lili. (bag/tor)