"Kami akan pastikan bahwa ada pembinaan. Kami akan berikan pembinaan, tentunya pendekatan tersendiri karena tentunya ini tugas kita sama-sama untuk memastikan tidak ada radikalisasi di DKI. Dan tidak ada paham-paham yang mendorong ke ekstremisme di DKI," katanya di Ruang Seribu Wajah Blok G, Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan masjid ini harus jadi sarana untuk memakmurkan masyarakat, masyarakat dimakmurkan oleh masjid. Jadi jangan sampai masuk faham radikalisme," imbuhnya.
Sandiaga menyampaikan hal tersebut usai melakukan sosialisasi Perpres nomor 16 tentang pengadaan barang jasa pemerintah. Di hadapan jajaran SKPD, Sandi mengedepankan proses transparansi untuk memberikan informasi ke publik terkait pengadaan barang.
"Hari ini Perpres Nomor 16 tahun 2018 sudah ditandatangani bulan Maret dan kita punya kesempatan sampai Juli, tanggal 1 untuk menerapkannya. Oleh karena itu kita lakukan sosialisasi sekarang, kita kebut, 1 Juli kita sudah on track penerapan Perpres Nomor 16 Tahun 2018," paparnya.
"Ini lebih banyak dorongan kepada transparansi, di planningnya kita dorong, juga sistem rencana untuk pengadaan melalui sistem informasi, ini yang akan jadi fokus kita ke depan. Sehingga temen-temen juga silakan membedah, semuanya elektronik akan dilakukan juga transparansi secara publik," sambungnya.
Baca juga: Tarawih 8 Jam, 30 Juz dalam Semalam |
Kembali ke soal masjid yang terpapar paham radikalisme. Diwawancarai terpisah, Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual DKI Jakarta Hendra Hidayat mengatakan Pemprov akan bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia maupun MUI untuk menjaga persatuan khususnya di rumah ibadah.
"Kami dengan MUI, kemudian dengan Dewan Masjid Indonesia Jakarta. Jadi tetap bekerja sama dalam rangka pembinaan kepada semua sarana ibadah dalam hal ini masjid, musala, vihara dan sebagainya itu dalam rangka tetap NKRI adalah nomor satu," katanya.
"Pihak DMI melakukan monitoring ke masjid-masjid dalam rangka pembinaan karena mereka ada rapat rutin, pembinaan rutin biasanya mereka ada keliling ke masjid, mengundang para DKM, pengurus masjid yang intinya adalah selain dalam rangka pembinaan yang tadi dalam rangka menjaga sitausi dan kondisi di Jakarta agar tetap kondusif," lanjut Hendra.
Foto: Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta Hendra Hidayat (Indra Komara/detikcom) |
Dalam hal ini, Hendra mengimbau kepada seluruh pengurus masjid untuk menghadirkan penceramah yang menyejukan.
"Kami mengimbau kepada pengurus masjid, DKM, agar menghadirkan penceramah yang mampu menyejukkan hati umat, yang mampu melihat situasi dan kondisi agar tetap baik," katanya.
Tonton juga '40 Masjid di DKI Penceramahnya Terpapar Radikalisme':
(idn/imk)












































Foto: Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta Hendra Hidayat (Indra Komara/detikcom)