"Menurut saya sih ya bagus-bagus aja, tapi kan mestinya kenapa nggak sejak dulu. Kalau sekarang jangan hanya Babinsa, yang lainnya juga," kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman saat dihubungi, Selasa (5/6/2018).
Menurut Habiburokhman, negara harus bisa mengelola agar kesejahteraan itu juga dirasakan yang lain. Karena itu, peningkatan kesejahteraan itu harus diperluas ke unsur masyarakat lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Habiburokhman mengatakan kenaikan tunjangan ini bisa saja dinilai politis. "Ya bisa jadi itu kan (politis), namanya tahun poltik apa saja bisa dilakukan," ucapnya.
Presiden Jokowi sebelumnya mengumumkan kenaikan tunjangan Babinsa. Tak tanggung-tanggung, kenaikan tunjangan Babinsa hingga 771 persen. Tak cuma Babinsa, Jokowi juga mengumumkan kenaikan tunjangan kinerja bagi anggota TNI dan Polri.
Jokowi menepis kenaikan itu bermuatan politik jelang Pilpres 2019. "Tidak ada yang namanya TNI-Polri itu politik adalah politik negara. Nggak boleh ke mana-mana. Sudah jelas. Saya tekankan berkali-kali kepada Panglima, Kapolri semuanya selalu saya tekankan," ujar Jokowi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6).
(idh/idh)











































