Muncul Gerakan Pencet Klakson di Depan Kedubes Australia
Selasa, 19 Jul 2005 09:43 WIB
Jakarta - Anda sering lewat Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel -- tepatnya di persis di depan Kedubes Australia? Huh, sebel! Jalan pasti macet karena jalur lambat kemakan pagar pembatas untuk pengamanan internal Kedubes yang pernah jadi sasaran bom setahun lalu itu.Tidak Anda saja yang sebal. Ratusan, ribuan bahkan ratusan ribu pengguna ruas jalan itu pun seperasaan dengan Anda. Dan sebagai bentuk kekesalan itu, munculah 'gerakan memencet klakson' saat melintas persis di depan kantor Dubes David Richie.Seruan gerakan ini beredar luas di berbagai mailing list (milis). Bunyi lengkap penggagas 'gerakan pencet klakson' sbb:Bagi yang bertempat tinggal di Jakarta dan kerap melintasi JalanRasuna Said (dengan kendaraan bermotor) di depan Kedubes Australia:Setahun lebih sudah pemboman terjadi di depan Kedubes Australia dan sejak itu jalur lambat di depan kedutaan tersebut ditutup dalam rangkarenovasi pagar halaman dan gedung Kedutaan Australia. Nmun kini pekerjaan pagar sudah beberapa bulan lalu selesai dan tidak terlihat lagi para pekerja yang mengerjakan tembok tinggi yang seperti benteng itu. Namun anehnya jalur untuk umum di depan kedubes sampai hari ini masih saja ditutup dan mengakibatkan kemacetan setiap melintasi jalan itu. Penjarahan sebagian jalan secara sepihak tidak menjamin tidak terjadinya peledakan bom kembali di sana.Kabar dari Deplu RI bahwa Kedutaan Australia telah meminta kepadapemerintah RI juga tembusan surat pada Gurbernur DKI agar jalur lambat di depan kedubes ditutup selamanya.Kita sudah merasakan setengah jalur jalan di depan Kedubes Amerika dipasangi pagar beton, lalu jalan tembus ke Bundaran HI yang melewati Kedubes Inggris sudah sekian tahun ditutup untuk umum. Dan kali ini Kedutaan Australia juga meminta hal yang sama.Namun letak Kedutaan Australia ini berada di jalur yang sangat padat dan berada di segi tiga emas yang tentunya sangat mengganggu kelancaran lalu lintas.Anehnya sampai hari ini pemerintah kota tetap saja mendiamkan penutupan jalan tersebut. Padahal untuk mengatasi kemacetan, pemkot sedang berupaya membangun jalur busway dan monorel. Anehnya satu gedung di Kuningan ini didiamkan saja, membuat kemacetan berkepanjangan.Sebagai bangsa kita tidak hanya dilanda banyak masalah tapi yang lebih parah lagi kita kehilangan harga diri. Pada anggota milis ini atau siapa pun mulailah membunyikan klakson setiap melewati kedubes tersebut sebagai tanda rakyat menolak penutupan jalan tsb.Kalau pemerintah sudah tak punya harga diri lagi, rakyat tentunya masih punya karena selama ini rakyat memang tidak diurus oleh pemerintah segalanya kita urus sendiri. Ke mana anggota DPD asal Jakarta yang katanya mau memperjuangkan kepentingan publik?** Bunyikan klakson sebagai ekspresi kita menolak penjarahan jalan sepihak!** Bunyikan klakson sebagai tanda kita punya harga diri!** Bunyikan klakson selagi tidak ada aturan hukum yang melarang!Anda turut mendukung gerakan ini? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com.
(nrl/)











































