Imbauan Polisi ke Pemudik, dari Matikan Kompor hingga Pakai Helm

Imbauan Polisi ke Pemudik, dari Matikan Kompor hingga Pakai Helm

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 05 Jun 2018 14:14 WIB
Imbauan Polisi ke Pemudik, dari Matikan Kompor hingga Pakai Helm
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwonoo (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Warga Jakarta diprediksi mulai mudik ke kampung halamannya pada Jumat, 8 Juni 2018. Polisi memberikan imbauan agar warga dapat mudik dengan aman dan lancar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan hal pertama yang harus dicek oleh pemudik adalah kelengkapan kendaraan. Warga diimbau untuk melakukan service kendaraan sebelum pulang ke kampung halaman.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mengimbau kepada pemudik ya, yang pertama tentang kelengkapan kendaraan roda dua maupun roda empat pribadi, kendaraan dilengkapi kemudian di service cek betul ban serepnya apa masih bisa diapakai semuanya di cek," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Argo juga menyampaikan agar warga yang mengemudikan kendaraan untuk beristirahat sejenak saat mengalami kelelahan. Dia meminta pemudik tak memaksakan untuk pulang dengan kondisi badan kurang fit.



"Yang kedua supir kalau lelah istirahat, jangan memaksakan untuk berangkat terus tapi berhenti ada beberapa rest area sudah bisa digunakan," ujar dia.

Tak hanya itu, warga yang menggunakan motor diminta untuk tak membawa barang yang berlebihan. Warga bisa beralih menggunakan bus saat berhenti di check point.

"Kemudian pada saat roda dua gunakan helm dan juga cek peralatan motor dan kemudian jangan menambah aksesoris artinya ada yang menambah kayu panjang ke belakang dan di kasih barang-barang bawaan itu sangat berbahaya untuk keselamatan lalin di jalan," tutur dia.

Selain itu, pemudik juga diimbau untuk meninggalkan rumah dengan kondisi aman. Segala peralatan rumah harus dicek agar tak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Lalu untuk rumah yang ditinggal kami sampaikan terus baik yang ada di kampung, perumahan, tetep dilihat, check adn richeck apa ada kabel yang masuk stop kontak. Karena kabel yang masuk stop kontak itu adalah kabel yamg tidak standar. Yang standar serabut aja yang dipakai. Ada di sana dipakai untuk listrik macem-macem. Ada kulkas, TV dan sebagainya. Itu tidak standar. Kemudian juga kompor gas dicopot. Titipkan ke tetangga dan jasa keamanan. Jadi ada omongan ke tetangga," paparnya.

(knv/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads