DetikNews
Selasa 05 Juni 2018, 13:00 WIB

Jazirah Islam 2018

Berawal dari Mengagumi Muhammad, Ronald Jadi Mualaf

Lydia Wijaya - detikNews
Berawal dari Mengagumi Muhammad, Ronald Jadi Mualaf Host Jazirah Islam Lydia Wijaya bertemu Ronald. Foto: Aditya Jakun Nugroho/Jazirah Islam TRANS 7
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Amsterdam - Tak hanya Den Haag, ada kota lainnya di Belanda yang punya cerita tersendiri, yakni Amsterdam. Di kota kanal ini, kuliner dari Indonesia sudah mencuri hati masyarakatnya.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya restoran Indonesia di Amsterdam. Tercatat, ada lebih dari 2.000 rumah makan Indonesia di Negeri Kincir Angin ini. Salah satunya, rumah makan yang didatangi tim Jaziran Islam ini.

Hidangan khas seperti rendang dan nasi goreng, telah menjadi masakan populer di sini. Alhamdulillah, perjalanan ke restoran Indonesia yang ada di jalan Lorentzplein ini mengantarkan tim Jazirah Islam berkenalan dengan mualaf yang sekarang menjadi pendakwah bernama Ronald.



Pada 19 tahun silam, Ronald Kroon adalah seorang yang larut dalam semaraknya pergaulan yang senang berhura-hura dan foya-foya. Sampai akhirnya, ia merasa pada satu titik jenuh dan ingin sebuah perubahan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dia kemudian membeli buku Islam for Dummy. Di dalam buku tersebut ada cerita tentang ibadah, akhlak dan konsep tentang Tuhan yang selama ini dia cari.

"Di buku ini juga disebutkan kita harus baik kepada semua, kepada keluarga. Dan saya membaca cerita tentang Muhammad, sangat menakjubkan. Saya ingin menjadi orang yang seperti ini," kisahnya.

Setelah belajar Islam beberapa tahun, Ronald yang kini sudah memiliki nama Islam Abu Noor Jannah ini, memutuskan untuk menjadi mualaf di tahun 1999.

Berawal dari Mengagumi Muhammad, Ronald Jadi Mualaf Foto: Aditya Jakun Nugroho/Jazirah Islam TRANS 7


Keseriusannya mendalami agama, membuatnya hijrah ke Kairo, Mesir di tahun 2005 untuk mempelajari ilmu tafsir, fiqih dan akidah Islam. Sepulangnya dari Mesir, ia diminta untuk mengajar ilmu agama di Masjid Euromuslim dan Masjid At Taqwa.

Hingga kini, ia rutin memberikan ceramah, tafsir Alquran dalam bahasa Belanda, dan mengajar para mualaf membaca Quran.

"Saya tau susah bagi mualaf untuk baca Alquran. Tapi dari pengalaman saya, dengan saya baca Alquran dan saya mengerti maksud dari Alquran bisa menambah iman. Hal inilah yang saya mau bagi untuk semua tak terkecuali mualaf," ujarnya.

Setidaknya ada 10 sampai 20 mualaf yang ikut dalam pengajian tiap minggunya. Salah satunya adalah Nurdin. Mualaf asli Belanda ini sangat terbantu dengan adanya Ronald.

Dia bisa lebih paham tentang Islam karena bisa berkomunikasi dengan bahasa Belanda dengan Ronald. Tak hanya itu, tiap 2 kali dalam setahun, ia juga dipercaya untuk memimpin umrah umat muslim dari Belanda.

Meski sudah banyak ilmu yang ia pelajari, ia tak mau berhenti begitu saja. Pria yang juga berprofesi sebagai dosen di dua Universitas di Amsterdam ini, masih giat mempelajari hal baru tentang Islam, dan menyebarkan ilmunya ke banyak orang.



"Jika ilmu itu berguna bagi orang lain, maka ilmu itu bisa menjadi pahala jariyah untuk saya. Saya ingin menjadi seperti Nabi Muhammad yang dapat bermanfaat untuk sesama," harapnya.

Banyak hikmah dari perjalanan di Belanda ini. Kisah umat muslim di dalamnya, membuat semakin yakin akan kebesaran Allah dalam mencintai hambanya.



Ikuti perjalanan Memotret Kehidupan Muslim di Belanda dalam program Jazirah Islam, Selasa 5 Juni pukul 15:00 WIB hanya di TRANS 7



Tonton juga perjalanan Jazirah Islam di Dubai berikut ini:



(rns/rns)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed