Belum Komentar soal Tong Sampah Made in Jerman, Ini Alasan Anies

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Senin, 04 Jun 2018 17:11 WIB
Foto: Anies Baswedan, diwawancarai di kawasan Mapolda Metro Jaya. (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih belum mau menjelaskan pengadaan tong sampah buatan Jerman senilai Rp 9,5 miliar. Anies mengaku masih menunggu waktu yang tepat menjelaskan program yang ramai dibahas tersebut.

"Nanti saya jelasin, diberitain dulu dah yang ramai sekalian. Diramein sekalin, gedein sekalian," kata Anies usai melantik 916 PNS fungsional di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018).



Anies mempersilakan warga saling menginvestigasi perihal pengadaan tong itu. Dia berjanji akan mengkonfirmasi perihal pengadaan tong sampah buatan Jerman itu segera.

"Biar pada investigatif dulu, masa belum apa-apa udah klarifikasi. Lihatlah dulu perkaranya nanti saya jelaskan," jelasnya.

Tong sampah made in Jerman / Tong sampah made in Jerman / Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom


Pengadaan tong sampah buatan Jerman oleh Pemprov DKI Jakarta tahun ini sebanyak 2.600-an unit. Untuk tahun ini rupanya pengadaan tong sampah tersebut menyerap anggaran hingga Rp 9,51 miliar.

"Harga satuannya Rp 3,6 juta, kemudian ongkos kirim seluruhnya sekitar Rp 79 juta. Dari Rp 12,6 miliar yang dianggarkan, kita menyerap Rp 9,51 miliar. Sisa anggarannya kembali ke kas daerah, sehingga ini penghematan," papar Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Hary Nugroho, saat dimintai konfirmasi detikcom.



Hary menegaskan pihaknya membeli tong sampah itu berdasarkan mekanisme yang berlaku melalui e-Catalogue di LKPP. Pada e-Catalogue LKPP, memang hanya ada 11 produk tempat sampah dengan spesifikasi beragam. Produsennya berasal dari China, Jerman, dan Indonesia.

Namun untuk produsen asal Indonesia, hanya terdapat produk berkapasitas 6-8 meter kubik. Harganya Rp 26-29 juta per unit.

Untuk produk tempat sampah sesuai spesifikasi yang dibeli Pemprov DKI, tercantum di situs e-Catalogue LKPP harganya sebesar US$ 253,62 (harga pemerintah) dan US$ 292,60 (harga retail). Harga terakhir diperbarui pada Juli 2015.

"Kalau dari segi proses pengadaan, kami clean and clear," imbuh Hary. (fdu/imk)