Soal Pertemuan Amien-Prabowo-Rizieq 'Gatot', PKS: PSI Perlu Belajar

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 04 Jun 2018 13:58 WIB
Mardani Ali Sera (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menilai pertemuan Amien Rais, Prabowo Subianto, dan Habib Rizieq Syihab 'gatot' alias gagal total membentuk koalisi oposisi. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai PSI harus banyak belajar lagi.

"Monggo saja PSI mau bicara apa," kata Mardani kepada detikcom, Senin (4/6/2108).

Mardani menilai PSI sebagai partai yang unik. PSI disebutnya sering tidak mengukur kapasitas sebagai partai baru.


"Komen keluarnya banyak dan sering tidak mengukur diri. Nampaknya perlu banyak belajar," ujar Mardani.

Dia mengatakan PKS tak akan mempedulikan komentar yang diberikan partai lain, termasuk PSI. PKS, kata Mardani, akan tetap fokus pada agenda sendiri.

"Dalam politik itu kita sibuk mengurus partai sendiri dan tidak banyak komen tentang gerakan partai lain atau kelompok lain," tutur Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Kendati demikian, Mardani mengaku senang berbagai gerakan dan gebrakan yang dilakukan partai dan koalisinya untuk Pilpres 2019 menjadi perhatian banyak pihak. Ia juga tak mempermasalahkan banyak pihak yang mengomentari apa yang dilakukan partainya.


"Tanda berhasil memancing perhatian publik," ucap Mardani.

Sebelumnya, Raja Juli Antoni menilai pertemuan tiga tokoh itu 'gatot' alias gagal total. Pria yang akrab disapa Toni itu menilai kedatangan Amien dan Prabowo menemui Rizieq sambil berumrah tak memiliki makna.

"Menurut saya, pertemuan Amien Rais, Prabowo, dan Rizieq di Mekah tidak punya makna signifikan secara politik. Pertemuan itu hanya pertemuan biasa yang tidak punya pengaruh apa pun dalam perkembangan politik Indonesia mutakhir," ungkap Raja Juli Antoni kepada wartawan, Senin (4/6).

Dia juga mengatakan pertemuan Amien-Prabowo-Rizieq gagal membuat format konkret koalisi oposisi, calon tandingan koalisi pendukung petahana Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Hal tersebut, menurut Toni, lantaran meski Amien dan Prabowo sudah jauh-jauh datang ke Arab Saudi, kubu oposisi belum juga memastikan siapa capres atau cawapres yang akan diusungnya.

"Siapa yang jadi presiden? Siapa yang cawapresnya? Kalau hanya diskusi tanpa hasil nggak perlu ke Mekah, di Petamburan saja. Bila pertemuan ini memutuskan bahwa Prabowo capres dan Rizieq cawapres, misalkan, bisa diklaim pertemuan itu berhasil," tutupnya.



Tonton juga 'Koalisi Keummatan, Langkah Habib Rizieq untuk Prabowo':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/elz)