DetikNews
Senin 04 Juni 2018, 10:13 WIB

Kapal Pembawa Satwa Dilindungi ke Filipina Ditangkap di Halmahera

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kapal Pembawa Satwa Dilindungi ke Filipina Ditangkap di Halmahera Foto: Ilustrasi burung kakatua (ABC Australia)
Halmahera Selatan - Kapal jenis pamboat diamankan di perairan Halmahera Selatan lantaran membawa puluhan satwa dilindungi. Satwa-satwa itu diduga akan dibawa ke Filipina.

"Ini sudah bertahun-tahun terjadi dan baru sekarang tertangkap," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam keterangan tertulis, Senin (4/6/2018).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut aktivitas ilegal kapal pembawa satwa sudah terjadi bertahun-tahun. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut aktivitas ilegal kapal pembawa satwa sudah terjadi bertahun-tahun. Foto: Ari Saputra


Penangkapan kapal tersebut berawal dari laporan warga kepada Ditpolair Polda Maluku Utara, KP XXX 1010 Marnit Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Masyarakat melihat aktivitas pemuatan satwa di sekitar pantai Desa Bore, Kabupaten Halsel.



Selanjutnya KP XXX 1010 Marnit Bacan melihat kapal tersebut pada 31 Mei 2018 sekitar pukul 23.30 WIT di sekitar perairan Bori Kab. Halsel. Kapal jenis pamboat itu langsung diperiksa.

Rupanya pamboat tersebut tak berdokumen dan tak bernama. Ada 2 ABK di dalamnya yang dinakhodai oleh pemiliknya yang bernama Abdawa Kulano.



Abdawa merupakan pria kelahiran Filipina tahun 1975. Abdawa diketahui beralamat di Pulau Balo Filipina.

Kapal pamboat itu kemudian dibawa ke Marnit Polair Babang, Kab Halsel, untuk dilakukan proses lebih lanjut. Ada pun satwa-satwa yang ada di dalam kapal tersebut yakni 28 ekor kera, 15 ekor kura-kura, serta sekitar 28 nuri dan kakatua. Semua satwa itu masih dalam keadaan hidup.
(bag/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed