Gerakan Umat Islam Minta Maaf

Insiden Kekerasan di Ahmadiyah

Gerakan Umat Islam Minta Maaf

- detikNews
Senin, 18 Jul 2005 17:37 WIB
Jakarta - Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) minta maaf atas insiden kekerasan di Kampus Mubarak Jemaat Ahmadiyah. Meski demikian, mereka tetap bersikeras Ahmadiyah adalah aliran sesat. Sejumlah bukti diserahkan ke Kejaksaan Agung."Saya ingin minta maaf dan kejadian itu merupakan tindakan secara spontan," kata Ketua GUII Abdurrahman Assegaf di Kejaksaan Agung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (18/7/2005). Pada Jumat (15/7/2005) lalu, GUII terlibat dalam aksi kekerasan di markas Jemaat Ahmadiyah.Abdurrahman menyerahkan bukti-bukti yang menunjukkan Ahmadiyah merupakan aliran sesat ke Kejaksaan Agung. Bukti-bukti yang dikemas dalam buku tipis bersampul hijau itu pun diserahkan kepada Kapuspenkum Kejagung Soehandojo yang didampingi Kepala Sub Direktorat Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Keagamaan Sution Usman Adji."Saya juga akan menunjukkan bukti nyata bahwa ada 101 ayat Al Quran yang dibajak Ahmadiyah yang tertulis di kitab utama mereka di Tazkirah," urai Abdurrahman.Bukti lainnya yakni, Mirza Ghulam Ahmad yang mengakui mendapat wahyu dari Allah atas tiga bahasa yaitu bahasa Urdu, Inggris dan Arab. "Yang bahasa Arab ini bajakan dari Al Quran," kata pria berjenggot yang mengenakan gamis warna hijau dan putih lengkap dengan sorban di kepalanya.Menurut dia, Ahmadiyah bukan umat Islam. "Kalau mereka mengaku sekte silakan saja. Tetapi kalau mengakui sebagai agama Islam akan menyebabkan perpecahan agama Islam," imbuhnya. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads