Jemaat Ahmadiyah Minta Pemerintah Stop Pengancam Jamaahnya

Jemaat Ahmadiyah Minta Pemerintah Stop Pengancam Jamaahnya

- detikNews
Senin, 18 Jul 2005 17:17 WIB
Jakarta - Ketua Umum PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia Abdul Basit meminta pemerintah melakukan langkah preventif terkait penyerangan di Kampus Mubarak, Parung, Bogor. Sebab saat ini sejumlah jamaahnya di daerah-daerah juga telah menerima ancaman akan diserang."Kami mengimbau dan meminta amat sangat kepada pemerintah untuk melakukan tindakan yang efektif guna menghentikan kejadian serupa," tegas Basit usai bertemu pimpinan YLBHI dan LBH Jakarta di Kantor YLBHI, Jl. Diponegoro, Jakarta, Senin (18/7/2005).Basit khawatir jika pemerintah tidak melakukan langkah preventif, kelompok-kelompok lain yang dianggap berseberangan akan menggunakan peluang itu untuk menganiaya. "Hari ini mungkin kita yang jadi korban, besok mungkin kelompok lain. Ini tidak dibenarkan. Kita berharap dengan kewenangan yang ada pemerintah dapat mencegahnya," kata Basit.Basit juga menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari seluruh cabangnya di daerah yang mendapat ancaman agar jamaahnya membubarkan diri. Hal ini sangat disesalkannya. Padahal, sejak Jemaat Ahmadiyah didirikan 80 tahun lalu di Indonesia, tidak pernah sekali pun jamaahnya melanggar UU atau melakukan huru-hara. "Sekali lagi sebagai Ketua Umum PB Jemaat Ahmadiyah di Indonesia dan wakil jamaah mengecam tindakan teror dan biadab tersebut yang tidak dibenarkan oleh hukum, agama, dan budaya," tegas Basit. Karena itu, lanjut Basit, pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut lewat jalur hukum dengan meminta bantuan YLBHI dan LBH Jakarta.Saat ditanya, apa betul Ahmadiyah memiliki nabi sendiri, sebab pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, dipercaya sebagai nabi oleh para pengikutnya, Basit hanya mengatakan Mirza adalah Imam Mahdi mereka."Perbedaan Ahmadiyah dengan kelompok Islam lainnya, di Ahmadiyah itu percaya Mirza adalah Imam Mahdi. Sebenarnya di Syiah percaya itu. Begitu juga di Suni bahwa Imam Mahdi itu adalah Isa Almasih yang akan datang. Cuma persoalannya kita percaya orang itu sudah ada. Kalau yang lain belum percaya silakan menunggu," paparnya.Saat ini kegiatan di Kampus Mubarak ditutup untuk sementara karena kampus tersebut masih dipasang garis polisi. Hingga kini anggota Jemaat Ahmadiyah ada sekitar ratusan ribu yang tersebar di 309 cabang di 33 provinsi, dan jumlah masjid sekitar 377. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini