"Kita harus jujur terhadap apa yang kita alami sekarang ini. Lebih nyaman hidup di era SBY daripada saat ini," kata Ketua DPP Bidang Advokasi dan Hukum, Habiburokhman, dalam tanggapannya kepada detikcom, Minggu (3/6/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang lebih mahal. Dulu dua hingga tiga tahun bisa ganti mobil. Sekarang empat tahun nggak ganti mobil. Solar naik," kata Habiburokhman.
Di aspek kehidupan berdemokrasi, Habiburokhman juga menilai ada kemerosotan dalam jaminan kebebasan berbicara. Dia menilai penegakan hukum juga terasa tidak adil terhadap orang-orang yang kritis mengemukakan pendapatnya, banyak orang yang dijerat dengan ujaran kebencian.
"Tapi yang diusut adalah yang kritis terhadap pemerintah," kata Habiburokhman. Politisi ini juga pengacara yang mendampingi orang-orang yang dituduh makar.
Dia menceritakan pernah menggugat SBY saat SBY masih menjabat sebagai Presiden. Namun dia merasa tak ditekan secara hukum pada saat itu.
"Lebih bebas mengkritik di zaman SBY daripada zaman now," ujarnya.
Video yang dibicarakan dan memantik diskusi itu diunggah akun Facebook Demokrat_TV, pada 28 Mei 2018. Di video itu dijelaskan capaian SBY yang berhasil menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua sejak 2009 di antara negara-negara G-20, peningkatan APBN empat kali lipat, hingga pendapatan per kapita yang meroket sejak Indonesia merdeka.
"10 tahun SBY membangun Indonesia. Semua terencana dan terukur serta berpihak pada rakyat. Rasakan perbedaannya saat ini," demikian keterangan yang menyertai video itu.
(dnu/dnu)











































