detikNews
Minggu 03 Juni 2018, 03:42 WIB

Cerita Viral Emak-emak Ngamuk Ditilang Polantas

Herianto Batubara - detikNews
Cerita Viral Emak-emak Ngamuk Ditilang Polantas Foto: Ibu-ibu mengamuk ditilang polisi di Bogor Kota (istimewa)
Bogor - Cerita seorang emak-emak yang ngamuk saat ditilang Polantas viral di media sosial (medsos). Dia menghina Polantas dan sempat melontarkan umpatan bernada SARA. Seperti apa kejadiannya?

Video ibu yang ngamuk saat ditilang ini diunggah oleh pemilik akun Facebook Eris Riswandi. Videonya viral dibagikan 5.634 kali oleh netizen.

Dalam video tersebut, ibu ini marah-marah dan bahkan sempat memukul tangan dan memaki Polantas yang sedang menuliskan surat tilang.

"Nyari uang aja lu, setan!" kata ibu tersebut.

Foto: Ibu-ibu mengamuk ditilang polisi di Bogor Kota (istimewa)

Polantas lainnya mengingatkan si ibu itu agar tidak berkata kasar dan memfitnah. Ibu itu diingatkan bisa dituntut karena ucapannya menghina Polantas setan.


Namun si ibu tersebut tetap marah-marah. Tidak terdengar dia menyebut apa, namun seorang Polantas terdengar kesal karena ibu itu menurutnya mengucapkan kata-kata bernada SARA.

"Jangan seperti itu Bu, hati-hati Bu, ya. Hati-hati kalimatnya, Bu," kata Polantas tersebut.

Usai diberi surat tilang, ibu itu pergi meninggalkan lokasi. Dia menaiki mobil minibus warna putih nopol B 1051 PIJ.

Ditelusuri detikcom, kasus ini ternyata terjadi di Wilayah Bogor Kota, Jawa Barat. Kasat Lantas Polres Bogor Kota Kompol Bramastyo Priaji mengatakan kejadiannya pada minggu ini, tepatnya Selasa (29/5).

Kompol Bramastyo menjelaskan, ibu itu ditilang karena melanggar aturan lalu lintas. Dia tidak tahu kenapa kemudian ibu itu marah-marah.


Tonton juga 'Tak Terima Ditilang, Ibu Ini Ngamuk ke Polisi dan Bilang 'Setan':

[Gambas:Video 20detik]


"Nggak tahu juga (kenapa ibu itu marah-red) mungkin nggak suka saja ditilang ya. Intinya kita melaksanakan tupoksi penidakan saja, begitu sudah selesai nilang ya tugas kita sudah selesai," kata Kompol Bramastyo saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (2/6/2018).

"Terkait masalah ibunya marah-marah atau bicara kurang baik. Kita nggak mempermasalahkan itu. Udah nggak apa-apa, biar sadar sendiri saja. Kita yang penting melaksanakan tugas pemeriksaan, penilangan, sudah selesai pulang ibu itu," sambungnya.

Bramastyo mengimbau agar masyarakat jangan marah jika ditilang karena melanggar aturan. Polantas hanya menegakkan aturan. Dia juga telah menegaskan kepada jajarannya agar tetap humanis dalam melakukan penindakan.

"Masyarakat kalau ditilang tidak perlu marah-marah dengan polisi, karena polisi memang tugasnya menindak masyarakat yang melanggar. Apabila merasa keberatan nanti bisa disampaikan pada saat persidangan karena yang memutuskan bersalah atau tidaknya kan bukan polisi, tapi hakim," jelasnya.

Foto: Ibu-ibu mengamuk ditilang polisi di Bogor Kota (istimewa)

Ditegaskan Bramastyo, pihaknya tidak akan mempermasalahkan ucapan ibu itu yang memaki bahkan melontarkan kata-kata bernada SARA. Dia mengingatkan agar masyarakat tertib berkendara dan membawa kelengkapan berkendara agar tidak ditilang.

"Imbauannya, siapapun kita pasti pernah salah. Maka dari itu kita saling introspeksi diri, saling menjaga emosi masing-masing supaya tidak sampai salah perkataan atau perbuatan," ujar Kompol Bramastyo.

"Kami nggak salahin juga, semua orang mungkin ada masanya lagi emosi. Kita nggak salahin ibu itu juga, yang pasti ke depan kita sama-sama bisa menjaga emosi kita masing-masing," sambungnya.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa juga ikut bicara soal kasus ini. Royke mengaku belum melihat video viral itu, namun dia meminta Polantas memaafkan ibu itu.

Dia menilai ibu itu hanya emosi saat ditindak. Dia pun menilai sanksi tilang sudah tepat diberikan bagi pelanggar lalu lintas.

"Polisi justru menilang itu ibadah, justru untuk menyelamatkan yang ditilang," kata Royke kepada wartawan di rest area Ngawi, jalur Solo-Kertosono, Jawa Timur, Sabtu (2/6/2018).

Dikatakan Royke, penilangan adalah salah satu cara Polantas untuk mengingatkan pengendara agar tidak lagi melanggar aturan. Itu dilakukan demi keselamatan dalam berkendara.

"Jadi bukan gagah gagahannya polisi, karena untuk keselamatan dia," ucap Royke. Karena itu dia meminta masyarakat tidak usah marah jika ditilang karena melanggar aturan.

"Nggak usah kayak gitu lah, pasrah saja kalau ditilang, jangan diulangi lagi perbuatannya. Ibu-ibu mah biasa emosi," ucapnya.
(hri/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com